Logo Sulselsatu

Kontraktor Klaim Proyek Pengaspalan Jalan Hertasning Makassar Sudah Rampung

Asrul
Asrul

Minggu, 08 Maret 2026 06:03

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Pekerjaan pengaspalan (overlay) di ruas Jalan Hertasning, Kota Makassar, dilaporkan telah rampung. Saat ini kontraktor bersama tim pengawas tengah menyelesaikan pekerjaan pelengkap sebelum melanjutkan penanganan ke ruas berikutnya.

Perwakilan kontraktor KSO Permata Tristar Kharisma, Ferry ST, menjelaskan bahwa proses pengerjaan proyek tersebut dilakukan sesuai metode kerja yang telah ditetapkan serta mendapat pendampingan dari Dinas Bina Marga dan tim konsultan manajemen konstruksi.

Menurutnya, ruas Jalan Hertasning yang ditangani merupakan bagian dari paket pertama pekerjaan yang fokus pada overlay atau pelapisan ulang aspal.

Baca Juga : Proyek Tak Terealisasi, SiLPA Bina Marga Sulsel Capai Rp240 Miliar

“Panjang ruas yang kami kerjakan kurang lebih 1,8 kilometer, mulai dari ujung Jalan AP Pettarani hingga batas Aroepala, tepatnya di sekitar Dinas Pendidikan,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan pada malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di kawasan tersebut.

“Pekerjaan pengaspalan kami lakukan sejak pertengahan Februari hingga awal Maret dan dikerjakan pada malam hari karena lalu lintas di Hertasning cukup padat. Alhamdulillah, per tadi malam pengaspalannya sudah selesai,” katanya.

Baca Juga : Muhammad Sadar Minta Pemprov Sulsel Tuntaskan Sisa Utang Proyek Infrastruktur

Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan lanjutan yang harus diselesaikan, seperti perbaikan fasilitas pendukung di sekitar jalan.

Ferry menyebut beberapa di antaranya meliputi pembenahan pedestrian, penggantian keramik trotoar yang rusak, penataan kembali manhole, hingga perbaikan saluran air yang mengalami genangan.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembersihan dan pengecatan pada bagian median jalan, khususnya area kanstin. Tahap akhir pekerjaan akan ditutup dengan pemasangan marka jalan setelah kondisi cuaca mendukung.

Baca Juga : Legislator Senior Golkar Marthen Rantetondok Siapkan Regenerasi di Pemilu 2029

“Kalau musim hujan sudah berlalu, kami akan selesaikan bagian median dan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan marka jalan agar ruas ini benar-benar siap digunakan,” jelasnya.

Setelah pekerjaan di ruas Hertasning rampung, tim pelaksana akan melanjutkan pekerjaan ke segmen berikutnya yang berada di ruas Aroepala hingga Jalan Tun Abdul Razak.

Ferry mengatakan pengerjaan tidak dilakukan bersamaan untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Baca Juga : Hasil Kajian Terbaru, Gedung Utama DPRD Sulsel Akan Dibangun Ulang

“Kalau dua ruas ini kami kerjakan bersamaan, potensi kepadatan lalu lintas akan semakin besar. Karena itu pengerjaannya dilakukan bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Leader Konsultan Manajemen Konstruksi PT APN, Yus Lambakeng, menegaskan bahwa pengawasan mutu dilakukan secara ketat sejak tahap produksi hingga proses pengaspalan di lapangan.

Ia menjelaskan pengendalian kualitas dimulai dari Asphalt Mixing Plant (AMP), tempat produksi campuran aspal. Tim pengawas ditempatkan langsung di lokasi tersebut untuk memantau komposisi material yang digunakan.

Baca Juga : Rasio Pengawas Tak Ideal, DPRD Sulsel Minta Sistem Pengawasan Dibenahi

“Pengendalian mutu dimulai dari AMP. Kami menempatkan tim quality untuk memonitor komposisi campuran aspal yang diproduksi,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi pekerjaan memenuhi standar teknis sebelum pengaspalan dilakukan.

Menurut Yus, tim pengawas memantau berbagai aspek seperti suhu campuran aspal, kesiapan alat berat, hingga kondisi permukaan jalan sebelum pelapisan dilakukan.

“Kalau kondisi belum layak, misalnya saat gerimis, maka lokasi pekerjaan harus dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh proses pengerjaan mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus melalui koordinasi antara kontraktor pelaksana dan tim konsultan pengawas.

“PJP tidak langsung melaksanakan pekerjaan tanpa koordinasi. Semua rekomendasi dari tim MK harus diikuti karena kami terus mendampingi setiap proses pengaspalan di lapangan,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar18 April 2026 16:39
Komisi A DPRD Makassar, Dr. Udin Shaputra Malik Dorong Transparansi APBD
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Dr. Udin Shaputra Malik, melaksanakan kegiatan ...
Makassar18 April 2026 15:17
Waspada! Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut untuk Penipuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap ma...
Makassar18 April 2026 13:57
Hadapi “Godzilla El Nino”, Perumda Air Minum Makassar Siapkan Strategi Berlapis Jaga Pasokan Air Bersih
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena ...
Bisnis18 April 2026 13:57
TIME Nobatkan Bank Mandiri sebagai Perusahaan Terbaik Indonesia
Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan sebagai salah satu peru...