Ray Gelar Pengawasan Bareng BRIDA, Dorong Kebijakan Berbasis Riset

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan I Tahun Anggaran 2026 bersama SKPD Badan Inovasi Riset dan Daerah Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier, Rabu (18/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran riset dan inovasi sebagai fondasi kebijakan publik yang lebih efektif dan berbasis data.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Dody Agriyanto dan Zainuddin Djaka, dengan moderator Abd Rahman yang memandu jalannya diskusi secara interaktif.
Para narasumber memaparkan secara komprehensif terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) perangkat daerah, khususnya dalam lingkup riset dan inovasi. Penjelasan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif agar setiap program yang dijalankan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ray Suryadi Arsyad dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pengawasan bukan sekadar fungsi administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan daerah berjalan sesuai dengan perencanaan serta kebutuhan riil masyarakat.
“Penguatan pengawasan harus dibarengi dengan pemahaman yang utuh terhadap tupoksi setiap perangkat daerah. Dengan begitu, DPRD dapat menjalankan fungsi kontrol secara tepat dan terukur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran riset dan inovasi tidak boleh dipandang sebagai pelengkap semata, melainkan harus menjadi dasar dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, tanpa dukungan data dan kajian yang kuat, kebijakan berisiko tidak efektif dan tidak berkelanjutan.
“Ke depan, kita ingin setiap program pemerintah benar-benar berbasis riset, bukan sekadar asumsi. Di sinilah peran BRIDA menjadi sangat penting untuk menjembatani kebutuhan data dan arah kebijakan pembangunan,” jelasnya.
Ray turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk menghadapi tantangan digitalisasi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
“Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder harus terus diperkuat. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri jika ingin menghadirkan kebijakan yang benar-benar berdampak,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ray juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan aktif dalam forum diskusi. Ia menilai partisipasi tersebut menjadi indikator positif terhadap meningkatnya kesadaran bersama dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Saya mengapresiasi antusiasme para peserta yang telah hadir dan berkontribusi dalam kegiatan ini. Diskusi yang terbuka seperti ini sangat penting untuk memperkaya perspektif dan memperkuat kualitas pengawasan kita bersama,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wadah edukasi sekaligus ruang dialog konstruktif antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News