Program Beasiswa UPA Rp34,2 Miliar Sukses, 721 Mahasiswa Kaltara Terbantu Tanpa Beban Daerah

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program beasiswa Yayasan Patria Artha (YPA) bagi putra-putri Kalimantan Utara, khususnya dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), berjalan lancar tanpa kendala sejak dilaksanakan pada tahun akademik 2022/2023.
Hingga tahun akademik 2025/2026, program tersebut telah menjangkau 721 mahasiswa dari empat kabupaten dan satu kota di Kalimantan Utara. Total nilai beasiswa yang disalurkan mencapai Rp34.247.500.000 atau sekitar Rp8.561.875.000 per tahun.
Wakil Pembantu Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Asnefi Kamza, menegaskan bahwa program beasiswa tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Yayasan Patria Artha sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan akses pendidikan di wilayah 3T.
“Program ini murni dibiayai dari Yayasan Patria Artha untuk mendukung pendidikan putra-putri Kalimantan Utara, khususnya di daerah dengan keterbatasan pembangunan, infrastruktur, ekonomi, dan pendidikan,” ujarnya.
Program beasiswa YPA sendiri telah dimulai sejak tahun 2011 dengan sasaran awal wilayah Sulawesi, sebelum akhirnya diperluas ke Kalimantan Utara pada tahun akademik 2022/2023 melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi setempat.
“Perlu kami sampaikan bahwa sejak awal program ini dirancang untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan intervensi pendidikan. Ekspansi ke Kalimantan Utara merupakan bagian dari komitmen tersebut,” tambahnya.
Selain memberikan pembiayaan pendidikan, program ini juga diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. Universitas memberikan pembekalan kompetensi kepada mahasiswa selama masa studi.
“Tidak hanya pendidikan formal, kami juga menekankan penguatan kompetensi agar mahasiswa memiliki daya saing, baik untuk bekerja maupun menciptakan peluang usaha,” jelasnya.
Diperkirakan pada pertengahan tahun 2027, sebanyak 215 mahasiswa asal Kalimantan Utara dari angkatan pertama akan menyelesaikan pendidikan mereka. Para mahasiswa tersebut berasal dari tiga fakultas, yakni ekonomi, kesehatan, serta teknik dan informatika, dengan delapan program studi yang terdiri dari satu Diploma 3 Kebidanan dan tujuh program Strata 1.
“Lulusan nantinya juga dibekali sertifikasi kompetensi dari BNSP sebagai pendamping ijazah, sehingga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di daerah 3T.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News