Logo Sulselsatu

Idrus Marham: Menteri Tak Efektif Sebaiknya Diganti, Jangan Rugikan Rakyat

Asrul
Asrul

Minggu, 29 Maret 2026 16:39

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa pergantian menteri dalam kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto tidak harus menunggu satu tahun masa kerja.

Menurutnya, jika ada menteri yang dinilai tidak bekerja efektif, maka sebaiknya segera diganti demi kepentingan rakyat.

“Ganti menteri itu tidak harus menunggu satu tahun. Kalau memang ada yang tidak efektif bekerja, ya ganti. Jangan hanya karena pertimbangan partai dan lain-lain, tetapi itu merugikan rakyat,” ujar Idrus saat bertemu dengan awak media di Kota Makassar pada Minggu (29/3/2026).

Baca Juga : Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi

Dia menyatakan pergantian menteri merupakan risiko dalam pemerintahan dan ia meyakini Presiden Prabowo Subianto akan mengambil langkah tersebut jika diperlukan.

Menurut Idrus, siapa pun yang berasal dari partai politik maupun kalangan profesional harus dievaluasi berdasarkan kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat.

Jika tidak efektif dan tidak memberi manfaat, maka tidak ada alasan untuk mempertahankannya.

Baca Juga : Idrus Marham Nilai Evaluasi Kabinet Kunci Percepatan Program Presiden Prabowo

Idrus juga menjelaskan bahwa Presiden telah menetapkan berbagai kebijakan strategis yang bersifat mendasar, prospektif, dan antisipatif, seperti ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Namun, menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada para menteri sebagai pelaksana kebijakan.

“Yang mengimplementasikan kebijakan itu kan menteri-menteri. Mereka harus menerjemahkan dan mengimplementasikan kebijakan Presiden secara bertahap. Kalau tidak mampu menjelaskan dan tidak bisa mengimplementasikan, berarti ini yang harus dikonsolidasikan agar lebih efektif,” jelasnya.

Baca Juga : Pimpin IKA PTKIN, Idrus Marham Bidik Indonesia Jadi Pusat Peradaban Islam

Ia menilai persoalan pemerintahan bukan terletak pada Presiden sebagai pengambil keputusan, melainkan pada para pembantunya yang tidak mampu menjalankan kebijakan dengan baik.

“Kalau ada yang tidak efektif, tidak fungsional, tidak produktif, ya pinggirkan. Itu cara berpikirnya,” tegas Idrus.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan dirinya hanya menyampaikan kerangka berpikir agar publik memahami bahwa evaluasi kabinet merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar17 Mei 2026 15:53
Ramai Kritik MBG di Unhas, Tamsil Linrung Sebut Banyak Salah Paham
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung merespons kritik yang mencuat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalanka...
Sulsel17 Mei 2026 13:29
MAXi Yamaha Day 2026 Libatkan 1.000 Riders se-Sulselbar, Hadirkan Penampilan Ridwan Sau
MAXi Yamaha Day 2026 sukses digelar di Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone, Sabtu (16/5/2026). Perayaan tahunan bagi pengguna MAXi Yamaha ini melibatkan ...
Kriminal17 Mei 2026 12:55
Pelaku Sekap-Perkosa Mahasiswi di Makassar Berkedok Lowongan Babysitter Ditangkap di Tanjung Perak
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria berinisial DR (30) pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi berinisial MR (20) di Makassar, ...
Video16 Mei 2026 19:48
VIDEO: Prabowo: Mau Dolar Berapa Pun, Warga Desa Tak Perlu Khawatir
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menilai kenaikan dolar tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa. Pernyataan itu disampaikan saat m...