Empat Kampus Ternama di Makassar Turun ke Jalan, Kecam Keras Framing Tempo ke Surya Paloh

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah elemen mahasiswa di Kota Makassar menggelar aksi damai secara serentak di beberapa titik strategis, Rabu (15/4/2026), sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan majalah Tempo yang dinilai merendahkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Aksi tersebut berlangsung di empat kampus ternama di Makassar. Masing-masing depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan jendral lapangan Arsyad, kemudian di pertigaan lampu merah Jalan Alauddin atau depan kampus UIN Alauddin Makassar yang dikomandoi Farhan selaku jendral lapangan.
Selanjutnya di kawasan Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Amar sebagai jendral lapangan dan di depan kampus Unismuh Makassar dengan Marlo sebagai jendral lapangan.
Massa aksi yang tampak membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap isi serta sampul (cover) majalah Tempo edisi terbaru. Aksi tersebut membuat ruas jalan macet total.
Di depan kampus Unismuh Makassar, mahasiswa juga melakukan aksi pembakaran terhadap majalah Tempo edisi terbaru sebagai bentuk protes keras terhadap pemberitaan Tempo yang dinilai tidak sesuai standar etika jurnalistik.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai pemberitaan Tempo tidak hanya menyudutkan figur Surya Paloh, tetapi juga mencederai etika jurnalistik. Mereka menyebut framing yang digunakan dalam pemberitaan tersebut berpotensi membentuk opini publik secara tidak proporsional terhadap salah satu tokoh bangsa.
“Aksi ini adalah bentuk keprihatinan kami sebagai mahasiswa terhadap praktik media yang kami nilai tidak berimbang dan cenderung merendahkan tokoh nasional,” ujar Arsyad salah satu orator dalam aksi tersebut.
Mahasiswa menegaskan bahwa kritik terhadap media merupakan bagian dari kontrol publik dalam sistem demokrasi. Mereka juga meminta agar Tempo tetap menjaga independensi, akurasi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap produk pemberitaannya.
Para mashasiswa mendesak Media Tempo untuk segera menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik atas pemberitaan yang dianggap menjadi isu sesat. Mendesak Media Tempo untuk menghentikan pemberitaan yang mengandung narasi hoax.
Meminta kepada Media Tempo untuk meminta maaf kepada Surya Paloh sebagai Tokoh Demokrasi Bangsa serta hentikan pemberitaan dan narasi sesat terhadap rakyat Indonesia.
Aksi di Makassar ini merupakan bagian dari gelombang reaksi yang terjadi secara nasional. Sebelumnya, ratusan simpatisan Partai NasDem juga mendatangi kantor Tempo di Jakarta untuk memprotes sampul majalah edisi 13–19 April 2026 yang menampilkan karikatur Surya Paloh. Mereka menilai ilustrasi dan isi pemberitaan tersebut tidak akurat serta menuntut permintaan maaf dari redaksi.
Kontroversi ini dipicu oleh cover Tempo yang mengangkat isu politik terkait Partai NasDem, termasuk narasi yang menyamakan partai politik dengan entitas korporasi melalui judul yang dinilai provokatif. Sejumlah kader NasDem bahkan menyebut pemberitaan tersebut sebagai bentuk framing yang merendahkan suara rakyat yang diwakili partai tersebut.
Di sisi lain, pihak Tempo menegaskan bahwa produk jurnalistik yang diterbitkan telah melalui proses redaksi sesuai kode etik. Mereka juga membuka ruang bagi pihak yang keberatan untuk menempuh mekanisme hak jawab sebagai bagian dari prinsip kebebasan pers.
Mahasiswa dalam aksinya menutup kegiatan dengan menyerukan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab moral media. Mereka juga mengingatkan bahwa kritik terhadap media bukanlah bentuk pembungkaman, melainkan upaya menjaga kualitas demokrasi yang sehat. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News