Syaharuddin Alrif dan Ni’matullah Sepakat Anggaran Bibit Nanas Tak Pernah Dibahas di DPRD Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua mantan wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024 yang telah bersaksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terkait kasus korupsi bibit nanas memberikan klarifikasi.
Keduanya adalan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan juga Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah.
Syaharuddin menegaskan, bahwa waktu dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua tidak pernah ada penganggaran ataupun pembahasan terkait pengadaan bibit nanas yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.
“Soal bibit nanas tidak pernah kami ketahui di tingkat pimpinan maupun di bahas pada badan anggaran,” kata Syaharuddin dalam keterangannya ke media, dikutip Minggu (19/4/2026).
Syaharuddin menuturkan bahwa pada tahun 2024 dirinya lebih banyak di dapil karena saat itu masuk tahapan pileg dan Pilkada, namun dirinya tetap memastikan bahwa isu yang saat ini menjadi sorotan publik tak pernah ada dalam pembahasan pada APBD 2024.
“Saya sebagai unsur pimpinan DPRD Sulsel periode 2019-2024 tidak pernah pernah ada pembahasan khusus maupun pengambilan keputusan terkait program tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, eks Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah menyampaikan kehadirannya di Kejati Sulsel sebagai wujud tanggungjawab dirinya dan kepatuhan atas proses hukum yang sedang berjalan.
“Kegiatan konfirmasi tersebut, berjalan cukup lancar dan kondusif, karena pihak penyidik Kejati Sulsel telah memperoleh dokumen-dokumen terkait, seperti draft APBD tahun 2024 dan risalah-risalah rapat Banggar dan rapat komisi, sehingga dialog dan diskusi dengan pihak penyidik terkait kasus yang sedang disidik pihak Kejati, konfirmasinya sangat kondusif, berlangsung sekitar 1-1,5 jam,” ungkap Ulla sapaannya.
Ulla juga menyampaikan bahwa dalam pembahasan APBD tahun 2024 yang dibahas lebih serius adalah program pisang cavendish.
“Adapun fokus yang dipertanyakan dan dimintakan konfirmasi kepada kami, adalah tentang pembahasan dan penganggaran bibit nanas untuk APBD tahun 2024.
Seingat kami, baik di tingkat Banggar, maupun di level pimpinan, soal bibit nanas tersebut tidak pernah dibicarakan dan dibahas secara spesifik, yang pernah dibicarakan cukup serius justru tentang pengembangan komoditi pisang cavendish,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News