Curi Baterai Tower Buat Beli Sabu, 2 Pria Ditangkap di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua pria berinisial MLD (27), dan AAN (19), pelaku pencurian baterai tower lintas daerah ditangkap polisi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil curian digunakan pelaku untuk membeli narkotika jenis sabu.
“Dari pengakuan pelaku, hasil penjualan baterai digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu,” kata Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’Longan dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Pelaku MLD ditangkap di Kecamatan Tallo, Makassar, pada Sabtu (19/4), sementara pelaku AAN diamankan pada Minggu (20/4) malam. Semuel mengatakan keduanya merupakan spesialis pencurian baterai tower lintas daerah di Sulsel.
Semuel mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari dua laporan polisi terkait pencurian baterai tower. Kasus pertama terjadi pada Sabtu 11 April 2026 di Kelurahan Tamangapa, dengan kerugian mencapai Rp56 juta setelah 28 unit baterai floating merek Nagaya 100 AH digondol pelaku.
Selang beberapa hari, lanjut Semuel, pada Kamis 16 April 2026, aksi serupa kembali terjadi di Kelurahan Biring Romang dengan kerugian ditaksir mencapai Rp41 juta. Kerugian tersebut terdiri dari 8 unit baterai Maxlife dan 12 unit baterai floating 100 AH.
“Polisi mengamankan dua orang pelaku beserta 28 unit baterai sebagai barang bukti,” ujarnya.
Semuel mengungkapkan bahwa dari hasil interogasi, MLD mengaku telah melakukan aksi pencurian di berbagai daerah di Sulsel. Aksi kejahatan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Manggala sebanyak 4 kali dengan total 28 baterai, Jalan Sunu 1 kali 3 baterai.
Selanjutnya, Kabupaten Maros 1 kali 12 baterai, Pangkep 1 kali 12 baterai, dan Barru 1 kali 12 baterai. Adapun Pinrang 2 kali 16 baterai, Sidrap 2 kali 16 baterai, Soppeng 2 kali 24 baterai, Bone 2 kali 12 baterai, Jeneponto 2 kali 8 baterai, serta Wajo 1 kali 2 baterai.
Semuel menyebut pelaku utama MLD merupakan mantan teknisi maintenance jaringan provider sehingga memahami lokasi dan kondisi tower. Dia mengatakan dalam menjalankan aksinya, pelaku kerap menggunakan rompi layaknya teknisi untuk mengelabui warga sekitar.
“Pelaku ini sangat lihai karena berpura-pura sebagai teknisi jaringan. Ia juga menggunakan mobil rental untuk beraksi lintas kabupaten dan merekrut rekannya yang merupakan anak sambungnya untuk membantu mengangkat baterai yang beratnya mencapai 30 kilogram,” pungkasnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News