Plt Dirut Perumda Air Minum Kota Makassar Susun Skema Alternatif Cegah Krisis Air

Plt Dirut Perumda Air Minum Kota Makassar Susun Skema Alternatif Cegah Krisis Air

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar memperkuat langkah operasional dan teknis guna menjaga keberlanjutan layanan air bersih di tengah ancaman El-Nino 2026 yang diprediksi berdampak pada penurunan ketersediaan air baku.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Sahrum Makkuradde, menegaskan bahwa PDAM saat ini berfokus pada dua hal utama, yakni menjaga stabilitas distribusi air kepada pelanggan serta menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kondisi ekstrem yang berpotensi mengganggu pelayanan.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi bukan hanya pada aspek teknis distribusi, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung yang selama ini masih terbatas.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan air tetap mengalir ke masyarakat. Kita tidak boleh menunggu kondisi memburuk baru bergerak. Semua harus diantisipasi dari sekarang,” ujar Andi Sahrum, dalam Konferensi Pers di Aula Kantor PDAM Kota Makassar, Selasa, (21/04/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang kerap terjadi adalah keterbatasan peralatan, khususnya pompa air. Selama ini, ketika terjadi kerusakan, proses penggantian membutuhkan waktu karena tidak tersedianya unit cadangan, sehingga berdampak langsung pada terganggunya suplai air ke pelanggan.

Untuk itu, Pihaknya mulai menyiapkan strategi pengadaan peralatan secara lebih terencana, termasuk penyediaan pompa cadangan agar gangguan teknis dapat segera diatasi tanpa harus menunggu proses pengadaan dari luar daerah.

“Ke depan tidak boleh lagi ada jeda panjang hanya karena menunggu alat. Kalau rusak, harus langsung diganti. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Perumda telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber air alternatif, termasuk dari sungai-sungai yang selama ini menjadi cadangan ditengah kondisi el nino.

Langkah distribusi darurat juga disiapkan, salah satunya melalui pengoperasian mobil tangki untuk menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekurangan air.

Andi Sahrum menegaskan bahwa dalam kondisi tertentu, Perumda tidak hanya melayani pelanggan resmi, tetapi juga masyarakat umum yang membutuhkan akses air bersih.

“Ini bukan semata-mata soal bisnis. Perumda adalah milik pemerintah, sehingga ada tanggung jawab sosial yang harus dijalankan, termasuk membantu masyarakat yang belum terlayani jaringan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan layanan air bersih di Kota Makassar.

“Kita butuh dukungan semua pihak. Tantangan ke depan tidak ringan, tetapi dengan kerja bersama, kita optimistis pelayanan tetap bisa dijaga,” tutupnya.

Selain penguatan jaringan, Perumda Air Minum Kota Makassar juga menaruh perhatian pada pengelolaan keuangan perusahaan. Likuiditas dinilai menjadi faktor penting agar operasional tetap berjalan, sekaligus memungkinkan adanya investasi untuk peningkatan kualitas layanan.

Plt Direktur Umum, Wirda Fauzah Madjid, menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penggunaan anggaran pada sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih.

“Belanja yang tidak mendesak akan kami tunda. Fokus kami adalah memastikan pelayanan tetap optimal, termasuk untuk kebutuhan operasional seperti perbaikan jaringan dan pengadaan peralatan,” ujarnya.

Langkah efisiensi tersebut dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan, melainkan untuk memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Plt Direktur lainnya, Andi Taufik Arif, menekankan pentingnya peningkatan kinerja sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya pembenahan internal. Ia menyebutkan bahwa pelayanan air bersih merupakan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada ruang untuk kelalaian.

“Kita akan memperkuat disiplin dan tanggung jawab pegawai. Pelayanan publik menuntut kecepatan dan ketepatan, sehingga seluruh jajaran harus bekerja lebih profesional,” katanya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga