PLN UIP Sulawesi Dorong Transformasi Katimbang Jadi Kampung Siaga Banjir

PLN UIP Sulawesi Dorong Transformasi Katimbang Jadi Kampung Siaga Banjir

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Bagi warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, langit mendung kerap menjadi tanda datangnya ancaman banjir yang rutin terjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Genangan air yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa sering melumpuhkan aktivitas warga, memutus akses jalan, mengganggu usaha, hingga merusak barang-barang elektronik di rumah.

Ketua Kelompok Katimbang Siaga Bencana (KSB), Ruslan, mengatakan kondisi tersebut sebelumnya membuat warga berada dalam situasi sulit, termasuk saat harus memutuskan untuk mengungsi.

“Dulu, mengungsi itu perjuangan batin,” kenang Ruslan.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas seperti minimnya MCK di lokasi pengungsian, kurangnya peralatan evakuasi, serta kondisi tempat yang kurang nyaman membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah meski risiko banjir semakin besar.

Perubahan mulai terjadi sejak akhir 2025 melalui program Katimbang Siaga Bencana yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.

Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membangun sistem kesiapsiagaan masyarakat melalui penyusunan standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat, pembentukan dan penguatan KSB, serta penyediaan peralatan evakuasi seperti perahu karet dan alat pelindung diri.

PLN juga membangun fasilitas MCK dan air bersih, memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan saat bencana, menjalankan program Go to School bagi generasi muda, hingga pelatihan trauma healing untuk penguatan psikososial masyarakat.

Selain itu, upaya mitigasi berbasis lingkungan juga dilakukan melalui pembersihan drainase secara berkala dan penanaman 400 pohon di sepanjang sekitar 350 meter kawasan rawan banjir untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi limpasan.

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha menyampaikan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Harapannya, Katimbang dapat menjadi contoh komunitas yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Dampak program mulai terasa saat banjir kembali terjadi pada Januari dan Februari 2026.

Kini, warga tidak lagi menunggu air masuk ke rumah. Dengan adanya SOP yang jelas serta dukungan peralatan yang memadai, tim KSB mampu melakukan pemantauan, evakuasi, hingga distribusi bantuan secara lebih cepat dan terorganisir.

Perubahan terbesar terlihat pada perilaku masyarakat. Dari yang sebelumnya hanya bertahan menghadapi banjir, kini menjadi lebih siaga, tenang, dan terkoordinasi.

Kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Makassar melalui penghargaan pada April 2026 atas kontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Meski banjir masih menjadi ancaman, warga Katimbang kini memiliki bekal yang lebih kuat, baik dari sisi sarana maupun kesiapan mental untuk menghadapinya.

Salah saeorang warga, Ruslan berharap ke depan ada dukungan tambahan seperti gudang penyimpanan dan sekretariat agar peralatan tetap terjaga dan tim KSB bisa terus bergerak membantu masyarakat.

“Ke depan, kami berharap ada dukungan tambahan seperti gudang penyimpanan dan sekretariat agar peralatan tetap terjaga dan kami bisa terus bergerak membantu masyarakat,” ujarnya.

Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Kelurahan Katimbang perlahan bertransformasi dari wilayah yang hanya bertahan menghadapi banjir menjadi komunitas yang lebih siaga, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga