Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel dan BI Sinergi Dorong Hilirisasi dan Peningkatan Kualitas Investasi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 01 Mei 2026 20:29

DTM Phinisi Sultan dan kick-off SSIC 2026. Foto: Istimewa.
DTM Phinisi Sultan dan kick-off SSIC 2026. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi dan investasi berkelanjutan.

Realisasi investasi Sulawesi Selatan pada 2025 tercatat tetap positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Baca Juga : OJK Terbitkan Aturan Produk Investasi Perbankan Syariah untuk Perkuat Daya Saing

Namun, posisi Sulsel yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menjadi dasar perlunya penguatan strategi untuk meningkatkan daya saing investasi daerah.

Ke depan, akselerasi investasi diarahkan pada peningkatan daya tarik daerah melalui perbaikan iklim usaha, penyediaan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kualitas proyek investasi.

Fokus pengembangan juga diarahkan pada hilirisasi komoditas dan ekonomi berkelanjutan, sejalan dengan arah transformasi ekonomi nasional.

Baca Juga : Kuartal I Pertama 2026, Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal

Melalui DTM ini, pemerintah dan pemangku kepentingan mendorong penguatan sinergi dalam menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang selaras dengan potensi daerah dan prioritas pembangunan nasional.

PINISI SULTAN ini juga menghadirkan diskusi strategis bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terkait strategi peningkatan investasi, termasuk hilirisasi berbasis dekarbonisasi serta dukungan pembiayaan proyek daerah.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menyampaikan, indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia masih relatif lebih tinggi dibanding negara lain seperti Malaysia dan Vietnam, yang menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi investasi.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Di Sulawesi Selatan sendiri, tren ICOR hingga 2025 menunjukkan perbaikan, meski masih berada di bawah rata-rata nasional. Saat ini, Sulsel memiliki lebih dari 90 IPRO, dengan sebagian telah berstatus clean and clear (CnC).

“Realisasi investasi masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan skema pembiayaan alternatif, serta belum sepenuhnya selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ujar Rizki.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah, termasuk penyediaan infrastruktur, jaminan keamanan, dan kepastian berusaha guna mempercepat realisasi investasi.

Baca Juga : Pegadaian Edukasi Investasi Emas Lewat Tring! Golden Run 2026

Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penyelarasan proyek dengan agenda nasional, khususnya pada hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, perikanan, kakao, hingga kelapa sawit.

Selain itu, penguatan kesiapan proyek dilakukan melalui penyediaan infrastruktur pendukung, pendampingan penyusunan feasibility study (FS), serta peningkatan kualitas dokumen investasi.

Promosi IPRO juga akan diperkuat melalui forum investasi, one-on-one meeting, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek bagi investor potensial.

Baca Juga : OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Pendalaman Pasar

Pemerintah juga mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif, termasuk kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), pembiayaan oleh Danantara, serta kolaborasi dengan mitra internasional dan pelaku usaha strategis.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui program capacity building penyusunan proposal investasi berstandar internasional.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan optimistis dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek, mempercepat realisasi investasi, serta memastikan investasi yang masuk lebih produktif, berdaya saing, dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar17 Mei 2026 15:53
Ramai Kritik MBG di Unhas, Tamsil Linrung Sebut Banyak Salah Paham
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung merespons kritik yang mencuat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalanka...
Sulsel17 Mei 2026 13:29
MAXi Yamaha Day 2026 Libatkan 1.000 Riders se-Sulselbar, Hadirkan Penampilan Ridwan Sau
MAXi Yamaha Day 2026 sukses digelar di Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone, Sabtu (16/5/2026). Perayaan tahunan bagi pengguna MAXi Yamaha ini melibatkan ...
Kriminal17 Mei 2026 12:55
Pelaku Sekap-Perkosa Mahasiswi di Makassar Berkedok Lowongan Babysitter Ditangkap di Tanjung Perak
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria berinisial DR (30) pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi berinisial MR (20) di Makassar, ...
Video16 Mei 2026 19:48
VIDEO: Prabowo: Mau Dolar Berapa Pun, Warga Desa Tak Perlu Khawatir
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menilai kenaikan dolar tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa. Pernyataan itu disampaikan saat m...