Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS (22) usai motor keduanya bersenggolan di jalan. Insiden itu dipicu cekcok di lokasi hingga berujung pemukulan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Antang, tepatnya di depan pekuburan Lomo RI Antang, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu (2/5) sekitar pukul 20.15 Wita. Polisi yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’Longan mengatakan insiden itu bermula saat korban dan pelaku berpapasan di jalan saat mengendarai sepeda motor masing-masing. Saat korban hendak berbelok ke kanan, kendaraannya tersenggol motor pelaku.
“Saat hendak berbelok ke kanan, kendaraan korban tersenggol oleh motor pelaku. Senggolan tersebut memicu adu mulut yang kemudian berujung pada aksi kekerasan,” kata Kompol Semuel To’Longan dalam keterangannya yang diterima sulselsatu, Minggu (3/5/2026).
Semuel menyebut, dalam pertikaian itu pelaku diduga tiba-tiba melayangkan dua pukulan ke arah wajah korban. Setelah itu, melarikan diri ke arah Jalan Borong Raya.
Korban yang tak terima langsung mengejar pelaku. Pelaku kemudian berhasil diamankan saat arus lalu lintas di Jalan Borong Raya tengah padat.
“Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut turut mengamankan pelaku guna menghindari terjadinya aksi main hakim sendiri,” ujar Semuel.
Akibat insiden itu, korban mengalami luka robek pada kelopak mata kiri. Sementara terduga pelaku bersama sepeda motornya langsung diamankan ke Mapolsek Manggala, dan korban diarahkan untuk membuat laporan resmi.
Namun, setelah kedua belah pihak dipertemukan dan dimediasi di Mapolsek Manggala, kasus tersebut disepakati diselesaikan secara kekeluargaan. Korban pun memilih tidak melanjutkan proses hukum dan enggan membuat laporan polisi.
“Saat ini permasalahan itu sudah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak melalui mediasi di Mapolsek,” ungkap Semuel.
Semuel menegaskan polisi tetap mengedepankan langkah preventif dan humanis dalam menangani setiap persoalan di tengah masyarakat. Pendekatan itu dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mendorong penyelesaian yang bijak.
“Setiap kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas akan kami tindaklanjuti dengan cepat guna menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News