90 Guru dan Pelajar Berprestasi Terima Penghargaan di Hardiknas Sidrap

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berlangsung dengan nuansa berbeda, pada Senin, (4/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Lapangan Kompleks SKPD itu tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum refleksi dan penghormatan bagi insan pendidikan.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin langsung jalannya upacara yang turut dihadiri Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, hingga tenaga pendidik dari berbagai jenjang.
Suasana upacara tampak kental dengan nilai budaya. Seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat tradisional, menciptakan kesan khidmat sekaligus memperkuat identitas lokal dalam peringatan tersebut.
Dalam amanatnya, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa peringatan Hardiknas harus menjadi pengingat pentingnya membangun pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menekankan perlunya kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan daerah. Momentum Hardiknas ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis guru dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Menurutnya, transformasi pendidikan perlu terus didorong melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kurikulum.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama. Di sisi lain, teknologi perlu dimanfaatkan secara maksimal agar proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman. Kondisi fisik sekolah, menurutnya, harus mendapat perhatian serius demi mendukung proses belajar mengajar.
“Sekolah tidak boleh hanya terlihat bagus dari luar. Bagian dalamnya juga harus dijaga kebersihannya. Kita harus memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang nyaman,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada 90 guru dan pelajar berprestasi. Mereka menerima piagam dan bentuk apresiasi lainnya sebagai pengakuan atas dedikasi dan capaian di bidang pendidikan.
Para penerima penghargaan terdiri dari guru berbagai jenjang serta pelajar yang menorehkan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News