Hindari Amarah Istri, Suami di Makassar Buat Laporan Palsu Dibegal demi Tutupi Judol

Hindari Amarah Istri, Suami di Makassar Buat Laporan Palsu Dibegal demi Tutupi Judol

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang suami berinisial A (24) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), nekat melaporkan kejadian palsu ke polisi dengan mengaku sebagai korban begal.

Aksi itu dilakukannya untuk menghindari kemarahan sang istri sekaligus menutupi fakta bahwa gajinya telah habis digunakan untuk bermain judi online (judol).

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni mengungkapkan, bahwa A sengaja merekayasa laporan guna menutupi penggunaan gajinya yang berkurang. Ia berupaya menghilangkan jejak dari keluarga terkait rincian gaji yang diterimanya lebih sedikit.

“Dia mau menghilangkan jejak dari keluarganya terkait perincian gaji, kenapa diterimanya sedikit. Dia mau hilangkan itu,” ujar Iptu Uji Muhgni, Selasa (5/5/2026).

Dalam menjalankan aksinya, A sempat membuat skenario seolah-olah menjadi korban begal, termasuk mengaku kehilangan ponselnya. Namun saat laporan tersebut ditindaklanjuti, petugas di lapangan justru menemukan ponsel yang dimaksud, hingga pelaku akhirnya mengakui bahwa itu miliknya sendiri.

“Sehingga dia bikin skenario seolah-olah dibegal hp-nya. Tapi pada intinya laporan begal itu kami tindaklanjuti dan unit lapangan mendapati HP tersebut. Tetapi yang bersangkutan langsung mengaku ‘HP-ku sendiri ini pak’,” tuturnya.

Polisi kemudian mengonfirmasi laporan yang dibuat A terkait dugaan pembegalan yang dilaporkannya terjadi di Jalan AP Pettarani pada Senin (4/5). Dari hasil klarifikasi tersebut, A akhirnya mengakui perbuatannya meski tetap dibawa ke kantor polisi untuk proses lebih lanjut.

“Kita bilang ini ada laporanmu. Akhirnya dia jujur sehingga unit lapangan tetap membawa ke kantor untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pendalaman, polisi menemukan bahwa uang gaji A habis digunakan untuk bermain judi online. Karena takut kepada istrinya, ia pun nekat memanipulasi laporan tersebut.

“Setelah digali keterangannya, akhirnya terungkap dia pakai untuk Judol. Dia manipulasi laporan gegara takut sama istri,” kata Uji.

Meski demikian, A akhirnya dibebaskan setelah membuat surat pernyataan dan mengakui perbuatannya. Keputusan itu juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, dengan catatan pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan telah meminta maaf.

“Sudah kami kembalikan dan dia buat pernyataan. Dilain sisi karena prikemanusiaan. Yang penting dia sudah berjanji dan meminta maaf,” jelas Uji.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga