Fakta Kasus Mahasiswi Asal Nunukan Diduga Disekap di Makassar, Bermula dari Lowongan Babysitter

Fakta Kasus Mahasiswi Asal Nunukan Diduga Disekap di Makassar, Bermula dari Lowongan Babysitter

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang mahasiswi berinisial MR (20) asal Nunukan, Kalimantan Utara, diduga menjadi korban penyekapan hingga pemerkosaan oleh seorang pria berinisial DR (30) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah melamar pekerjaan babysitter melalui Facebook.

Korban disebut tergiur dengan tawaran gaji sebesar Rp 3 juta per bulan.

Seorang saksi berinisial I mengungkapkan bahwa korban awalnya mengetahui lowongan pekerjaan babysitter dari media sosial Facebook yang dipasang oleh terduga pelaku. Korban kemudian tertarik melamar setelah dijanjikan gaji sebesar Rp3 juta per bulan.

“Iye di Facebook alasannya toh itu pelaku. Dia (terduga pelaku) pasang di sosmed butuh baby sitter di janjikan (Rp) 3 juta (korban),” kata seorang saksi berinisial I kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Korban kemudian tergiur dengan tawaran pekerjaan yang dipasang terduga pelaku di Facebook. Menurut saksi, korban saat itu sedang membutuhkan uang untuk membayar biaya kuliahnya sehingga tertarik menerima pekerjaan tersebut.

“Tertarik mi si korban (pekerjaan Babysitter karena gaji Rp 3 Juta) karena dia butuh uang bayar kuliah,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Andi Latif mengungkapkan, peristiwa dugaan penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi di sebuah perumahan elite di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Korban diduga disekap sejak Jumat (8/5), namun kasus tersebut baru diketahui pada Minggu (10/5/2026).

Latif menjelaskan, rumah yang dijadikan lokasi kejadian diketahui merupakan rumah sewaan yang ditempati terduga pelaku. Korban disebut baru bisa keluar setelah pemilik rumah datang mengecek kondisi kontrakan karena masa sewanya telah habis.

“Korban akhirnya bisa keluar dari rumah setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku awalnya melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan diterima, korban kemudian diarahkan datang ke rumah yang diduga menjadi lokasi penyekapan.

“Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian,” jelas Latif.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga