Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Disorot Usai Kurir Sabu Lolos Lewat Jalur Penerbangan

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Disorot Usai Kurir Sabu Lolos Lewat Jalur Penerbangan

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin disorot usai seorang kurir narkoba jaringan internasional berinisial DD berhasil meloloskan sabu dengan modus disimpan di ikat pinggang.

Kasus tersebut memicu kritik terhadap lemahnya pengawasan keamanan di bandara setelah narkotika itu disebut lolos melewati jalur penerbangan.

Ketua HMI Fakultas Hukum UMI Syarif, menduga ada permainan antara kurir sabu dengan oknum petugas keamanan bandara. Menurutnya, lolosnya narkotika melalui pemeriksaan bandara sulit terjadi jika tidak ada keterlibatan pihak tertentu.

“Tidak mungkin barang haram itu bisa lolos dari deteksi keamanan bandara. Kami menduga ada kerja sama antara kurir dengan oknum pihak keamanan bandara,” ujar Syarif kepada sulselsatu, Kamis (14/5/2026).

Syarif mendesak aparat penegak hukum tidak hanya fokus menangkap kurir sabu, tetapi juga mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat membantu meloloskan narkotika tersebut hingga masuk ke Makassar.

Dia menilai pengungkapan jaringan di balik penyelundupan itu penting dilakukan agar kasus serupa tidak terus berulang melalui jalur penerbangan.

Syarif juga menilai kasus tersebut menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Apalagi, pelaku disebut mampu melewati sejumlah tahapan pemeriksaan meski membawa narkotika yang disembunyikan di ikat pinggang.

“Kalau modus seperti ini saja bisa lolos, berarti pengawasan di bandara memang patut dipertanyakan,” katanya.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Makassar mengungkap kasus peredaran narkotika jaringan internasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap tujuh orang pelaku yang diduga terlibat dalam peredaran sabu seberat 1,45 kilogram.

Para pelaku menggunakan modus menyembunyikan sabu diikat pinggang untuk mengelabui pemeriksaan petugas saat melewati sejumlah bandara.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka DD mengaku menjemput langsung narkotika tersebut di Tanjung Pinang.

Sabu itu kemudian diselundupkan dengan cara menyimpan diikat pinggang pelaku hingga berhasil lolos dari pemeriksaan di tiga bandara, mulai dari Batam sampai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Modusnya adalah narkotika itu ditaruh diikat pinggang dan itu lolos melalui jalur bandara,” kata Arya Perdana saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (13/5/2026).

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga