LAZ Hadji Kalla Perkuat TPQ di Pinrang Lewat Diklat Guru Mengaji Metode Tilawati

LAZ Hadji Kalla Perkuat TPQ di Pinrang Lewat Diklat Guru Mengaji Metode Tilawati

SULSELSATU.com, MAKASSAR – LAZ Hadji Kalla terus memperkuat pendidikan Al-Qur’an di wilayah pedesaan melalui program Tebar Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Program tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur.

Selama ini, sebagian besar masjid di Desa Rajang belum memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) aktif, sementara kegiatan belajar mengaji masih berlangsung secara sederhana dan belum berjalan rutin.

Melihat kondisi tersebut, Dai DBS LAZ Hadji Kalla Abdurrahman Laicamulai melakukan pendampingan sejak awal bertugas di desa tersebut.

Selain mengajar anak-anak secara rutin, ia juga menghidupkan kembali kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di masjid serta menginisiasi pembentukan TPQ di empat titik.

“Permasalahan utama di sini bukan hanya kurangnya TPQ, tetapi juga belum adanya guru mengaji yang memiliki metode pembelajaran yang seragam dan terstruktur. Karena itu, kami mencoba membangun sistemnya sekaligus menyiapkan SDM pengajarnya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, para calon guru mengaji difasilitasi mengikuti Diklat Standardisasi Guru Mengaji Level 1 menggunakan Metode Tilawati secara daring dari Surabaya.

Pelatihan tersebut diikuti 31 peserta dari empat masjid di Desa Rajang dan dimulai pada Mei 2026. Sebanyak 28 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan mulai menerapkan pembelajaran di TPQ masing-masing.

Peserta berasal dari Masjid Nurul Huda Buttu-buttu sebanyak 10 orang, Masjid Nurul Yaqin Buttu Rajang enam orang, Masjid An Nur Buttu tujuh orang, serta Masjid Al Ikhlas Kampung Suka delapan orang.

Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla Muh. Syafei Karsali mengatakan, penguatan kapasitas guru mengaji menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan Al-Qur’an yang bisa terus berjalan di masyarakat. Harapannya, TPQ yang mulai terbentuk dapat berkembang lebih baik dengan dukungan guru mengaji yang memiliki standar pembelajaran yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rajang Muhammad Abu mengapresiasi pendampingan yang dilakukan melalui program Tebar Dai DBS.

“Kehadiran program ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menyiapkan guru-guru mengaji yang lebih siap membina anak-anak belajar Al-Qur’an secara teratur dan terarah,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, LAZ Hadji Kalla berharap sistem pembelajaran Al-Qur’an di desa dapat berjalan lebih terstruktur sekaligus memperkuat peran TPQ sebagai pusat pendidikan keagamaan bagi masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga