Perbankan Syariah Kian Dilirik, Pembiayaan Tumbuh 24 Persen di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kinerja perbankan syariah di Sulsel tetap kuat hingga Maret 2026.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, meski pangsa pasarnya masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, perbankan syariah terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
“Pangsa pasar aset perbankan syariah meningkat dari sekitar 7 persen pada 2023 menjadi 10,69 persen per Maret 2026,” kata Muchlasin dalam rilis resmi OJK Sulselbar pada Senin (25/5/2026).
Selain mencatat kenaikan market share, perbankan syariah juga membukukan laju pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.
Kondisi ini menunjukkan semakin kuatnya peran perbankan syariah dalam mendukung intermediasi keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Total aset tercatat mencapai Rp22,82 triliun atau tumbuh 30,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 23,31 persen menjadi Rp15,10 triliun, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 24,16 persen menjadi Rp18,54 triliun.
Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 122,77 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang tetap terjaga rendah, yakni 1,77 persen.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News