Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar Desak Wali Kota Definitifkan Dirut PDAM

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar mendesak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk segera menetapkan Direktur Utama definitif pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.
Desakan itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar, Kasrudi. Menurut dia, pemerintah kota perlu segera menuntaskan persoalan kepemimpinan di tubuh PDAM agar perusahaan memiliki kewenangan yang lebih kuat dalam mengambil keputusan strategis.
“Kami meminta pemerintah kota segera menyelesaikan persoalan yang ada di PDAM. Salah satunya dengan mempercepat penetapan direktur utama definitif beserta struktur yang ada di dalamnya,” kata Kasrudi, Minggu, (31/05/2026).
Ia menilai status pelaksana tugas (Plt) memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengeksekusi berbagai kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penganggaran, pengembangan infrastruktur, maupun langkah-langkah strategis lainnya.
Menurut Kasrudi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena tantangan pelayanan air bersih ke depan diperkirakan semakin besar seiring potensi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang lebih panjang.
“Kalau definitif, kewenangannya sudah penuh sehingga bisa lebih cepat mengambil keputusan. Sementara kalau masih Plt tentu ada batasan-batasan tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kasrudi juga menyoroti masih adanya persoalan pelayanan air di sejumlah wilayah Kota Makassar, khususnya kawasan timur dan utara yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, masalah tersebut harus menjadi fokus penyelesaian manajemen PDAM ke depan.
Ia berharap pemerintah kota memilih figur yang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk membenahi pelayanan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino.
“Yang dibutuhkan adalah sosok yang mampu menyelesaikan persoalan yang ada sekarang sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Kasrudi menambahkan, Kota Makassar memiliki potensi sumber air baku yang cukup besar. Karena itu, menurut dia, diperlukan pengelolaan yang lebih optimal agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
“Yang perlu dimaksimalkan adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang ada sehingga pelayanan air bersih bisa semakin baik,” ujarnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News