Bupati Paris Yasir Dorong Jumat Bersih Jadi Budaya di Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M. menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan daerah yang nyaman dan sehat.
Hal itu disampaikan Paris Yasir saat memimpin kegiatan Jumat Bersih di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
“Menjaga kebersihan lingkungan hidup adalah sebagian dari iman. Jeneponto akan bersih apabila kita rutin melakukan kegiatan Jumat Bersih di setiap wilayah,” tegas Paris Yasir di hadapan peserta apel.
Ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga jajaran pegawai Pemkab Jeneponto menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan salah satu tugas pemerintah yang harus dimulai dari lingkungan perkantoran, rumah, hingga lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Menjaga lingkungan hidup itu salah satu tugas pemerintah. Mulai dari kantor, rumah, sampai lingkungan masing-masing. Kalau lingkungan bersih, warga Jeneponto akan merasakan kebahagiaan,” ujarnya.
Paris Yasir mengatakan Bumi Turatea harus terbebas dari sampah dan menjadi daerah yang nyaman serta sedap dipandang.
“Dengan lingkungan bersih, dampak positifnya langsung dirasakan masyarakat. Ini untuk Jeneponto Bahagia,” tambahnya.
Menjaga Lingkungan Seperti Menjaga Rumah Sendiri
Paris Yasir menganalogikan kepedulian terhadap lingkungan seperti menjaga rumah sendiri. Menurutnya, masyarakat tentu akan serius merawat rumah agar tetap bersih dan nyaman. Hal yang sama harus diterapkan terhadap lingkungan sekitar.
“Kita serius jaga rumah, begitu juga harus serius jaga lingkungan hidup di Kabupaten Jeneponto. Manfaatnya kita sendiri yang rasakan, pemerintah dan warga,” tandasnya.
Ia berharap gerakan Jumat Bersih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Gerakan tersebut harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin di seluruh wilayah Jeneponto.
“Harus jadi budaya. Setiap OPD, kecamatan, kelurahan, dan desa wajib aktif. Kita mulai dari diri sendiri,” kata Paris Yasir.
Dalam kegiatan tersebut, aksi bersih-bersih menyasar sejumlah titik, mulai dari area perkantoran, drainase, hingga taman kota.
Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak turun langsung membawa sapu, karung sampah, serta berbagai peralatan kebersihan lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News