Syaharuddin Alrif Paparkan Strategi Sidrap Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Warga

SULSELSATU.com, SIDRAP – Bupati Kabupaten Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan berbagai program dan strategi pembangunan daerah yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pengembangan investasi.
Dalam pemaparannya, Syaharuddin menegaskan bahwa Sidrap selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah transformasi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan program nasional swasembada pangan yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Transformasi yang dilakukan mencakup peningkatan etos kerja petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, penguatan manajemen irigasi, dukungan pupuk, penerapan teknologi, percepatan masa tanam dan panen, hingga pengembangan hilirisasi hasil pertanian.
“Menangkap arahan Presiden dan Menteri Pertanian soal swasembada pangan, kami langsung melakukan transformasi untuk meningkatkan produktivitas, baik padi, jagung maupun sektor pangan lainnya,” ujar Syaharuddin.
Salah satu program unggulan yang kini dijalankan Pemkab Sidrap adalah Listrik Masuk Sawah. Program tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan sekitar 18 ribu hektare lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun.
Dengan tersedianya akses listrik untuk mendukung sistem pengairan, petani dinilai dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali setahun atau Indeks Pertanaman (IP) 300. Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak terhadap pendapatan daerah.
Di sektor sosial, Pemkab Sidrap juga terus berupaya menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu inovasi yang dijalankan adalah Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting), yang melibatkan dukungan para dermawan dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang membutuhkan.
Selain itu, pemerintah daerah memanfaatkan potensi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi telur dan daging ayam dengan mendorong program konsumsi satu butir telur per hari. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Tak hanya itu, Pemkab Sidrap juga mengembangkan program zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan yang sebelumnya berbentuk bahan pokok kini diarahkan menjadi modal usaha bagi keluarga penerima manfaat guna membantu meningkatkan pendapatan dan mengurangi angka kemiskinan.
Pada sektor investasi dan energi, Syaharuddin menyebut Sidrap terus memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil energi baru terbarukan. Saat ini, daerah tersebut telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 75 megawatt yang beroperasi sejak 2017 dan mampu memasok kebutuhan listrik puluhan ribu rumah tangga.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih, termasuk penurunan angka kemiskinan dan stunting serta pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News