PLN UIP Sulawesi Dorong Hilirisasi Kopi Batui untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

SULSELSATU.com, BANGGAI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan Kopi Batui Oishii di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Kopi Batui Oishii pada Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau perkembangan program elektrifikasi agrikultur dan pelatihan hilirisasi hasil pertanian yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Program ini memanfaatkan lahan pada koridor aman di bawah jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTMG Luwuk.
Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini berkembang menjadi kawasan budidaya kopi yang produktif.
Dalam kunjungannya, Aditya melihat langsung proses budidaya hingga pengolahan kopi yang dilakukan kelompok tani. Pengolahan tersebut telah memanfaatkan teknologi berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Selain menghasilkan biji kopi, kelompok tani juga mulai mengembangkan produk bernilai tambah seperti roasted bean dan kopi bubuk yang siap dipasarkan.
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan program yang telah berjalan dapat terus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui elektrifikasi agrikultur dan pelatihan hilirisasi, kami mendorong terciptanya nilai tambah dari sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Menurut Aditya, pemanfaatan lahan di bawah jalur transmisi untuk budidaya kopi menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
Selain meningkatkan produktivitas ekonomi warga, program tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur ketenagalistrikan dapat memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan sekitar.
Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii Fadly HI Umar mengatakan, dukungan PLN membantu kelompok tani meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang usaha.
“Bantuan elektrifikasi agrikultur mempercepat proses produksi, sementara pelatihan hilirisasi memberi kami pengetahuan untuk menghasilkan produk kopi yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih baik. Kami selalu memegang semangat bahwa dari secangkir kopi lahir sejuta inspirasi untuk terus berkembang dan memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Fadly.
Program TJSL PLN UIP Sulawesi di Batui tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen kopi.
Program ini juga mendorong terbentuknya rantai usaha yang berkelanjutan, mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan produk siap jual.
Melalui pendampingan tersebut, PLN berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian usaha berbasis potensi lokal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen PLN UIP Sulawesi untuk terus mengawal keberhasilan program pemberdayaan masyarakat agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga dan mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News