Kalla Institute Bekali Kepala Sekolah dan Guru Terapkan OKR untuk Transformasi Organisasi

Kalla Institute Bekali Kepala Sekolah dan Guru Terapkan OKR untuk Transformasi Organisasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kalla Institute melalui Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute (PPBM-KI) menggelar pelatihan bertajuk Transformasi Organisasi di Era Perubahan dengan OKR guna mendorong sekolah lebih adaptif menghadapi dinamika perubahan yang semakin cepat.

Pelatihan yang berlangsung di Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Makassar ini diikuti lebih dari 40 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan dari berbagai sekolah Islam di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Sekolah Islam Athirah sekaligus Rektor Kalla Institute dan Direktur PPBM-KI Syamril sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Syamril menjelaskan bahwa transformasi organisasi pendidikan tidak cukup hanya melalui perubahan program.

Menurutnya, transformasi harus diawali dengan perubahan pola pikir, penguatan kompetensi, serta penerapan instrumen manajemen yang mampu menyelaraskan tujuan organisasi secara menyeluruh.

“Transformasi organisasi tidak cukup dilakukan melalui perubahan program semata, tetapi harus dimulai dari perubahan cara berpikir, penguatan kompetensi, dan penggunaan instrumen yang mampu menyelaraskan tujuan organisasi,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari tantangan organisasi pendidikan di era perubahan, pembangunan mindset, skill set, dan toolset, kepemimpinan transformasional, tahapan transformasi organisasi, hingga penyusunan Objectives and Key Results (OKR).

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana menyusun tujuan yang jelas, terukur, dan dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah implementasi yang konkret di lingkungan sekolah masing-masing.

Selain mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan OKR berbasis studi kasus yang dihadapi di sekolah mereka.

Pendekatan ini memungkinkan peserta langsung mengidentifikasi persoalan, merumuskan tujuan, menentukan indikator keberhasilan, serta menyusun rencana aksi yang realistis.

Menurut Syamril, antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi dan praktik.

“Peserta sangat antusias melakukan evaluasi terhadap diri sendiri maupun sekolahnya. Mereka belajar menyusun OKR dengan pola yang jelas, dimulai dari mengidentifikasi permasalahan di sekolah, menentukan objective yang ingin dicapai, merumuskan key results yang terukur, hingga menyusun action plan sebagai langkah implementasinya,” katanya.

Salah seorang peserta, Ardita Amelia Putri dari SIT Darul Fikri Makassar mengaku mendapatkan wawasan baru terkait transformasi organisasi melalui pelatihan tersebut.

“Public Training Transformasi Organisasi di Era Perubahan dengan OKR sangat bermanfaat bagi saya dan memberikan insight baru tentang transformasi organisasi. Kelasnya juga sangat aktif karena ada sesi praktik yang disertai dengan diskusi secara langsung,” ungkap Ardita.

Melalui pelatihan ini, Kalla Institute berharap semakin banyak sekolah yang mampu membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

Penerapan OKR juga diharapkan menjadi instrumen strategis untuk menyelaraskan visi organisasi, memperkuat pelaksanaan program, serta meningkatkan kualitas kinerja sekolah secara berkelanjutan di tengah perubahan yang terus berlangsung.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga