DPRD Sulsel Minta APH Usut Proyek Bendung Lelengrie, Anggaran Capai Rp63 Miliar

DPRD Sulsel Minta APH Usut Proyek Bendung Lelengrie, Anggaran Capai Rp63 Miliar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, mempertanyakan adanya utang Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang (SDA CKTR) Sulsel kepada pihak ketiga senilai Rp211 juta.

Utang tersebut berkaitan dengan pekerjaan perbaikan elektrikal embung atau reservoir Bendung Lelengrie di Kabupaten Bone.

Persoalan itu mencuat dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Sulsel dan Dinas SDA CKTR Sulsel yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026.

Muhammad Sadar menilai keberadaan utang tersebut perlu menjadi perhatian karena fasilitas yang dibiayai justru disebut belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kenapa masih ada utang kepada pihak ketiga, sementara hasil pekerjaan di lapangan tidak berfungsi,” ujar Sadar dalam rapat.

Menurutnya, informasi mengenai kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, yakni Afzal Putra Utama, baru diketahui saat pembahasan bersama dinas.

Dalam rapat tersebut, Komisi D juga menyoroti kondisi Bendung Lelengrie yang hingga kini belum beroperasi sebagaimana mestinya.

Sadar mengatakan bendung tersebut sebelumnya dibangun untuk mendukung sektor pertanian. Namun, berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan Komisi D, infrastruktur itu belum memberikan manfaat optimal karena belum difungsikan.

“Kami sudah beberapa kali turun ke lokasi dan meminta penjelasan dari dinas. Namun hingga sekarang bendung itu tetap belum beroperasi, padahal seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Komisi D DPRD Sulsel merekomendasikan agar persoalan pembangunan Bendung Lelengrie diteruskan kepada aparat penegak hukum (APH).

Langkah itu diambil agar penggunaan anggaran pada proyek tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut.

DPRD juga menilai perlu ada pemeriksaan terhadap keseluruhan proyek mengingat pembangunan Bendung Lelengrie telah menghabiskan anggaran sekitar Rp63 miliar, ditambah biaya operasional dan pemeliharaan yang dinilai tidak sedikit.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga