Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan

SULSELSATU.com, BALI – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Group menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai prosedur dan tahapan pentarifan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal.
FGD ini sebagai upaya mewujudkan sistem tarif yang transparan, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Bali pada Rabu (18/6/2026) tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero), jajaran Pelindo Regional, serta manajemen PJM Group.
Melalui forum itu, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai mekanisme pentarifan jasa pemanduan dan penundaan kapal yang dinilai perlu terus beradaptasi dengan perkembangan industri maritim nasional.
Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim Suhendra Ratuprawiranegara mengatakan, layanan pemanduan dan penundaan kapal memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan pelayaran, kelancaran arus kapal, serta efisiensi logistik nasional.
“Sistem pentarifan yang diterapkan harus mampu mengakomodasi kebutuhan peningkatan layanan sekaligus menjamin keberlanjutan investasi dan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Suhendra, meningkatnya tuntutan terhadap kualitas layanan, keselamatan pelayaran, pemenuhan standar operasional, hingga kebutuhan investasi sarana dan prasarana membuat pengelolaan tarif harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Ia menambahkan, perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah juga membuka peluang bagi Badan Usaha Pelabuhan untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui mekanisme tarif yang mempertimbangkan biaya operasional, investasi, tingkat pelayanan, serta aspirasi pengguna jasa.
Melalui FGD tersebut, Pelindo Jasa Maritim berupaya menyamakan pemahaman mengenai regulasi dan mekanisme pentarifan, menyelaraskan perspektif regulator, operator pelabuhan, dan pengguna jasa, sekaligus mengidentifikasi tantangan serta peluang perbaikan dalam proses penetapan maupun penyesuaian tarif.
“Melalui FGD ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus menghimpun masukan konstruktif guna mewujudkan kebijakan tarif yang transparan, kompetitif, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pertumbuhan sektor maritim nasional,” tambahnya.
Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menghimpun berbagai masukan dalam penyusunan kebijakan tarif yang mampu menjamin keberlanjutan investasi, meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pelayaran, serta memperkuat efisiensi logistik nasional.
Pelindo Jasa Maritim meyakini sistem pentarifan yang baik tidak hanya mencerminkan biaya layanan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor maritim dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Melalui kolaborasi antara regulator, operator pelabuhan, dan pengguna jasa, diharapkan tercipta mekanisme pentarifan yang semakin transparan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan industri maritim di masa depan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News