UMKM Binaan BI Sulsel OSP Farm Kembali Ekspor 10.2 Ton Kemiri ke Arab Saudi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya mendorong UMKM menembus pasar internasional.
Melalui program pendampingan UMKM REWAKO Ekspor, PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) kembali mengekspor 10,2 ton kemiri ke Jeddah, Arab Saudi.
Pelepasan ekspor yang digelar di Makassar, Kamis (23/7/2026), dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, ekspor tersebut merupakan pengiriman kedua setelah OSP Farm, UMKM asal Kabupaten Luwu yang bergerak di sektor komoditas kemiri, berhasil mengekspor 10 ton kemiri pada awal 2026.
“Dengan pengiriman terbaru ini, total ekspor OSP Farm telah mencapai sekitar 20 ton, atau sekitar 25 persen dari komitmen ekspor sebanyak 80 ton dalam kurun waktu dua tahun,” ujar Rizki.
Keberhasilan tersebut tidak hanya membuka akses pasar internasional bagi UMKM, tetapi juga meningkatkan permintaan bahan baku kemiri dari petani lokal sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Capaian OSP Farm merupakan hasil pendampingan intensif melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui program tersebut, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi mengikuti berbagai ajang promosi internasional, seperti Trade Expo Indonesia (TEI) dan Anging Mamiri Business Fair (AMBF).
Pendampingan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan pembeli internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang kini mulai direalisasikan secara bertahap.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar global, menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal, membuka peluang kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan UMKM melalui program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) serta berbagai program pemberdayaan lainnya,” lanjutnya.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing UMKM agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News