UNM Bekali Guru Hadapi Era AI, NotebookLM Jadi Andalan Pembelajaran

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Transformasi digital semakin pesat. Hal tersebut mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Namun, penggunaan AI dalam pembelajaran juga perlu dibarengi dengan pemahaman etika digital agar teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Atas dasar itu, tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 bertajuk “Pelatihan Etika dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran” di MAN Insan Cendekia Gowa, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber. Dr. Citra Rosalyn Anwar, S.Sos., M.Si. dan Fajrin Baids, M.Pd. Kegiatan yang diikuti puluhan guru tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses belajar mengajar.
Pada sesi pertama, Dr. Citra Rosalyn Anwar membawakan materi mengenai etika digital. Ia mengulas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital. Ia juga membahas mengenai pentingnya membangun karakter sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
“Kemajuan tteknologi harus diimbangi dengan kemampuan menggunakan ruang digital secara bijak. Olehnya itu, pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai etika kepada peserta didik agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai prinsip etika digital, mulai dari pentingnya menghormati orang lain di ruang digital, menggunakan media sosial secara bijaksana, menjaga privasi, hingga menghindari berbagai bentuk pelanggaran etika digital seperti penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian, dan penyalahgunaan informasi.
Citra juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas di internet meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak terhadap reputasi seseorang di masa depan. Oleh sebab itu, setiap pengguna internet dituntut lebih kritis dan bertanggung jawab sebelum mengunggah maupun membagikan informasi.
Sementara itu, pada sesi kedua, Fajrin Baids memperkenalkan NotebookLM, salah satu platform berbasis AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep dasar NotebookLM, berbagai fitur yang dimiliki, serta alasan mengapa aplikasi tersebut penting dikuasai oleh para guru di tengah berkembangnya teknologi AI.
Menurut Fajrin, NotebookLM dapat membantu guru mengelola materi pembelajaran, menyusun ringkasan dokumen, hingga menghasilkan informasi berdasarkan sumber yang dimiliki pengguna.
“Meski para guru dapat terbantukan oleh AI namun kami mengingatkan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak dapat menggantikan peran guru dalam proses pendidikan,” tegasnya.
Tak hanya memberikan penjelasan secara teoritis. Fajrin juga memandu peserta mengikuti sesi praktik. Para guru diajarkan langkah-langkah dasar menggunakan NotebookLM, mulai dari mengunggah dokumen, memahami cara kerja AI dalam membaca referensi, hingga memanfaatkan berbagai fitur untuk menunjang penyusunan materi ajar.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba langsung penggunaan NotebookLM dengan pendampingan narasumber. Melalui kegiatan PKM ini, tim dosen UNM berharap para guru semakin siap menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News