Lantik Pengurus 15 DPC PKS se-Kota Makassar, Andi Hadi Tekankan Penguatan Kaderisasi dan Pelayanan Publik

Lantik Pengurus 15 DPC PKS se-Kota Makassar, Andi Hadi Tekankan Penguatan Kaderisasi dan Pelayanan Publik

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua DPD PKS Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menegaskan komitmen partainya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dengan menuntaskan pembentukan kepemimpinan di seluruh DPC se-Kota Makassar sebelum akhir 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Andi Hadi saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus DPC PKS se-Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, penguatan struktur partai menjadi salah satu prioritas utama agar mesin organisasi mampu bekerja lebih efektif menghadapi agenda politik mendatang.

“Insyaallah sampai bulan Desember kita menuntaskan seluruh ketua-ketua DPC se-Kota Makassar. Kita ingin mereka aktif dalam kegiatan kedewanan, ikut dalam agenda pengawasan anggota DPRD sehingga terbangun ikatan kerja yang kuat antara struktur partai dan wakil rakyat,” kata Andi Hadi.

Dalam arahannya kepada pengurus di 15 DPC yang baru dilantik, Andi Hadi menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang berakar pada nilai budaya Bugis-Makassar. Ia mengawali pidatonya dengan mengutip tiga petuah Lontara yang dinilai sejalan dengan nilai perjuangan PKS.

Pepatah pertama, Resopa Temmangingi Malomo Naletei Pammase Dewata, menurutnya mengajarkan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keikhlasan.

Ia menegaskan kemenangan PKS di Makassar tidak ditentukan oleh banyaknya atribut kampanye, melainkan oleh kerja nyata kader yang hadir di tengah masyarakat hingga ke lorong-lorong dan seluruh kelurahan.

“Kemenangan PKS tidak akan ditentukan oleh banyaknya baliho di jalan-jalan protokol, tetapi oleh kerja kader yang menyusuri 153 kelurahan, lorong demi lorong dan kompleks demi kompleks,” ujarnya.

Pesan kedua yang disampaikan adalah Abbulo Sibatang, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, yang dimaknai sebagai semangat persatuan, saling menghargai, memuliakan, dan mengingatkan dalam kebaikan.

Andi Hadi meminta seluruh DPC tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, setiap keberhasilan maupun tantangan di satu wilayah harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh struktur PKS di Kota Makassar.

Sementara pepatah ketiga, Taro Ada Taro Gau’, disebutnya sebagai prinsip konsistensi antara ucapan dan tindakan. Nilai tersebut menjadi landasan moral bagi seluruh kader dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Andi Hadi juga memperkenalkan kerangka kerja PKS yang diamanatkan DPP, yakni K2P2 yang terdiri atas Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik.

Ia menjelaskan, penguatan kader menjadi fondasi utama organisasi, sedangkan kaderisasi diarahkan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru melalui berbagai program seperti Sekolah Kader Patriot Indonesia (SAKTI), Akademi Pemimpin Indonesia (API), dan gerakan Join PKS.

Adapun pada aspek pelayanan publik, DPC diminta menghidupkan berbagai program kemasyarakatan seperti Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Gerakan Ekonomi Mandiri (GEMA), serta advokasi kebijakan melalui program AKAR dan JAWARA.

Menurutnya, seluruh sekretariat DPC dan rumah pengurus diharapkan menjadi pusat pelayanan masyarakat, mulai dari pembinaan kader, pendampingan UMKM, penanganan persoalan keluarga, hingga pengawalan berbagai persoalan publik seperti banjir, persampahan, kanal, dan persoalan sosial lainnya.

“Kita ingin rumah-rumah pengurus menjadi pusat kaderisasi sekaligus pelayanan masyarakat. Semua kerja keras ini kita niatkan untuk mewujudkan Makassar sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, kota yang berkah, sejahtera, dan memberikan manfaat bagi seluruh warganya,” tutur Andi Hadi.

Pelantikan pengurus DPC PKS se-Kota Makassar tersebut turut dihadiri anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman serta anggota Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, yakni Azwar Rasmin, Nur Rezki, Hartono, dan Adi Akbar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga