Politeknik Sorowako Fokus Cetak Lulusan Siap Industri, Serapan Kerja Alumni Capai 85 Persen

Politeknik Sorowako Fokus Cetak Lulusan Siap Industri, Serapan Kerja Alumni Capai 85 Persen

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Politeknik Sorowako (Poliwako) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan tingkat penyerapan lulusan mencapai 85 persen melalui program campus hiring yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan, terutama di sektor pertambangan.

Direktur Politeknik Sorowako Harjuma mengatakan, Poliwako tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab memastikan lulusannya mampu bersaing dan terserap di dunia kerja.

“Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan tambang yang ada di sekitar kami untuk membuka peluang kerja bagi para lulusan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Selain itu, sekitar 80,5 persen lulusan Poliwako telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Meski didukung PT Vale Indonesia, Poliwako menegaskan lulusan tidak otomatis diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Alumni tetap harus mengikuti proses seleksi yang sama dengan pelamar lainnya ketika PT Vale membuka rekrutmen.

“Lulusan tetap harus mengikuti proses seleksi sebagaimana pelamar lainnya ketika PT Vale membuka lowongan kerja,” jelasnya.

Untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia industri, Poliwako menerapkan sistem pendidikan vokasi yang didominasi praktik di bengkel.

Mahasiswa menjalani perkuliahan setiap Senin hingga Jumat pukul 07.00 hingga 15.00, termasuk sesi praktikum yang dapat berlangsung hingga delapan jam per hari selama satu pekan.

Karena itu, proses penerimaan mahasiswa baru juga dirancang lebih ketat dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya.

Setelah pendaftaran dan verifikasi berkas, calon mahasiswa harus mengikuti tes teori, tes fisik, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Tes fisik dilakukan untuk memastikan mahasiswa memiliki ketahanan yang memadai selama mengikuti kegiatan praktik.

Sementara wawancara bertujuan memberikan pemahaman mengenai karakter pendidikan vokasi agar calon mahasiswa tidak salah memilih program studi.

Adapun pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, setara dengan proses rekrutmen di PT Vale, mengingat aktivitas praktik membutuhkan kondisi kesehatan yang prima.

Setelah diterima, mahasiswa juga wajib mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), serta program matrikulasi selama dua minggu untuk menyetarakan kemampuan dasar mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.

UKT Rp6 Juta, Dilengkapi Program Beasiswa
Poliwako menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp6 juta per semester. Biaya tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan akademik sehingga mahasiswa tidak dikenakan pungutan tambahan.

Dana UKT juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari kunjungan industri ke Pulau Jawa hingga pembiayaan mengikuti kompetisi nasional, seperti lomba pengelasan di Surabaya.

Biaya pendaftaran mahasiswa baru ditetapkan sebesar Rp350 ribu untuk jalur umum dan Rp500 ribu untuk jalur mandiri. Setelah dinyatakan diterima, mahasiswa membayar UKT dan uang pembangunan sebesar Rp6 juta.

Kampus juga menyediakan berbagai program beasiswa. Tiga mahasiswa terbaik di setiap program studi memperoleh pembebasan SPP, sedangkan sekitar 30 persen mahasiswa atau sekitar 100 orang saat ini menerima bantuan KIP Kuliah.

Didukung PT Vale, Jalin Kemitraan dengan Industri
Seluruh aset Politeknik Sorowako merupakan aset PT Vale Indonesia. Sekitar 95 persen biaya operasional kampus masih didukung perusahaan, sementara kontribusi UKT mahasiswa hanya sekitar lima persen.

Saat ini, sekitar 67 persen mahasiswa berasal dari Kabupaten Luwu Timur. Sisanya berasal dari Luwu Utara, Kota Palopo, Toraja, Makassar, hingga beberapa daerah di luar Sulawesi.

Untuk mendukung kualitas pendidikan, Poliwako menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan sebagai lokasi magang mahasiswa.

Kampus juga bermitra dengan Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi dosen.

Mayoritas tenaga pengajar merupakan alumni Poliwako yang telah melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Hasanuddin.

Melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada kompetensi teknis, penguatan karakter, serta kolaborasi dengan dunia industri, Politeknik Sorowako terus berupaya mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di berbagai sektor industri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga