PLN UIP Sulawesi Bekali UMKM Bantaeng Strategi Pemasaran Digital

PLN UIP Sulawesi Bekali UMKM Bantaeng Strategi Pemasaran Digital

SULSELSATU.com, BANTAENG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat pemberdayaan pelaku UMKM di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, melalui pelatihan pengelolaan usaha dan pemasaran digital, Kamis (6/8/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 31 peserta yang terdiri dari 24 perempuan dan tujuh laki-laki. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari dukungan PLN UIP Sulawesi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program Pendampingan UMKM dan Bantuan Alat Usaha BUMDes Mattiro Bulu.

Tidak hanya memberikan sarana usaha, PLN juga mendorong masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola dan memasarkan produk secara lebih efektif.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pasar digital.

Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dosen Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, A. Wenri Fatimah Singkeruang, serta Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bantaeng, Ramlan, S.E.

Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran digital dan pengelolaan usaha. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur.

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, bukan hanya berupa bantuan peralatan atau sarana usaha.

“Dukungan terhadap UMKM tidak berhenti ketika sarana usaha telah tersedia. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan usaha tersebut,” ujarnya.

Menurut Aditya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat menghasilkan manfaat dalam jangka panjang.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk memperkuat manfaat program agar dapat terus berkembang dan memberikan dampak dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Bagi pelaku usaha di Desa Bonto Tiro, pengetahuan mengenai pemasaran digital menjadi bekal baru untuk mengembangkan usaha di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Salah seorang peserta, Nurul Fajrianti mengatakan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai strategi pemasaran dan manajemen usaha.

“Melalui pelatihan pengelolaan pemasaran produk UMKM Desa Mattiro Bulu, kami mendapat banyak ilmu tentang strategi pemasaran digital dan manajemen usaha dengan baik. Materi ini sangat bermanfaat untuk pelaku usaha kecil seperti kami,” ungkapnya.

Nurul berharap program serupa dapat kembali digelar dengan materi yang lebih beragam sehingga pelaku UMKM di desa dapat terus meningkatkan kapasitasnya.

Kepala Desa Bonto Tiro Arman turut mengapresiasi pendampingan yang dilakukan PLN UIP Sulawesi. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat melengkapi dukungan sarana usaha yang sebelumnya telah diberikan.

“Kami mengapresiasi PLN UIP Sulawesi yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, bukan hanya melalui bantuan sarana usaha, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas,” katanya.

Arman berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari sehingga UMKM di Desa Bonto Tiro semakin berkembang.

Program pendampingan ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan usaha.

Kemampuan mengelola bisnis, memahami pasar, dan memanfaatkan kanal digital juga menjadi bagian penting untuk membangun usaha yang lebih mandiri.

Melalui kombinasi bantuan sarana dan peningkatan kapasitas, PLN UIP Sulawesi berharap BUMDes Mattiro Bulu dan pelaku UMKM di Desa Bonto Tiro dapat semakin adaptif terhadap perkembangan pasar, memperluas pemasaran produk, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga