PKKMB UNM, Prof Farida Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif

PKKMB UNM, Prof Farida Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengawali rangkaian kehidupan akademik 11.043 mahasiswa baru melalui Prosesi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas di Pelataran Pinisi UNM, Makassar, Rabu, (12/08/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi ruang pembekalan mahasiswa sebelum menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.

Prosesi PKKMB dihadiri Pelaksana Tugas Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, para wakil rektor, dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan UNM.

Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Gidion Arif Setyawan memberikan kuliah umum mengenai wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru. 

Materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa agar memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika sekaligus generasi penerus bangsa.

Ketua Panitia PKKMB UNM, Dr. Arifin Manggau, mengatakan UNM menerima 11.043 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Mereka tersebar di 10 fakultas.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM itu menjelaskan, PKKMB tingkat universitas dilaksanakan dalam dua sesi untuk menyesuaikan jumlah peserta. Sesi pertama berlangsung pada pagi hari dan diikuti sekitar 5.400 mahasiswa, sedangkan mahasiswa lainnya mengikuti sesi berikutnya pada siang hari.

Menurut Arifin, PKKMB tidak seharusnya dipandang sebatas seremoni penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut merupakan tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.

“PKKMB merupakan titik start adik-adik mahasiswa untuk merancang mimpi dan masa depannya. Jadi ini merupakan titik nol metamorfosis mahasiswa,” kata Arifin.

Ia menilai, sejak memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa mulai menghadapi fase baru yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menentukan arah masa depan.

Plt Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi mengatakan pelaksanaan PKKMB tingkat universitas tahun ini berlangsung satu hari dengan dua sesi. Seluruh rangkaian kegiatan, kata dia, berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan universitas.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sesuai dengan perencanaan kita,” ujar Farida.

Ia mengatakan, PKKMB dimanfaatkan UNM untuk memberikan motivasi sekaligus menyampaikan berbagai informasi penting kepada mahasiswa baru. Pembekalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan diri menjalankan tugas akademik sekaligus mengembangkan kapasitas personal selama menempuh pendidikan.

Prof. Farida mengatakan UNM juga menekankan pentingnya standar akademik, aturan, serta etika dan moral kepada mahasiswa baru. Menurut dia, pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Karena itu, mahasiswa didorong memperkuat integritas, moral, serta prestasi akademiknya secara bersamaan.

“Kita mengajak mereka semua selalu pada penguatan integritasnya, penguatan diri moralnya dan peningkatan prestasi akademiknya,” katanya.

Kehadiran jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam PKKMB, menurut Farida, merupakan bagian dari penguatan wawasan kebangsaan sekaligus bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan kepolisian.

Ia mengatakan lingkungan pendidikan tinggi membutuhkan suasana yang aman, nyaman, tenang, damai, dan kondusif agar mahasiswa dapat menjalankan proses pendidikan secara optimal.

“Sinergi ini penting. Kita saling mendukung, saling menjaga, saling menguatkan dalam bagaimana perguruan tinggi menjalankan tugas utama kita,” ujar Farida.

Prof. Farida juga menyinggung meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UNM. Menurut dia, kepercayaan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari penilaian masyarakat terhadap perkembangan mutu pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.

Ia mengatakan UNM akan menjadikan kepercayaan tersebut sebagai dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif.

“Masyarakat menilai bahwa UNM ini adalah satu perguruan tinggi yang terus bertumbuh, berkembang dengan standar mutu yang bagus,” katanya.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, Farida mengatakan UNM terus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan atau LPTK, UNM masih memiliki peran besar dalam menyiapkan calon tenaga pendidik. Namun, pengembangan pendidikan tidak hanya diarahkan pada bidang keguruan.

Prof. Farida mengatakan kurikulum juga terus disesuaikan dengan kebutuhan profesi dan perkembangan masyarakat agar lulusan UNM memiliki kompetensi yang relevan ketika memasuki dunia kerja.

“Kita melakukan inovasi kurikulum yang semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat,” ujarnya.

Selain persoalan akademik dan kesiapan kerja, Farida menekankan pentingnya menciptakan kampus yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Menurut dia, lingkungan perguruan tinggi tidak cukup hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga harus menjamin rasa aman bagi mahasiswa.

Ia mengatakan bentuk kekerasan di lingkungan kampus kini tidak hanya berkaitan dengan kekerasan seksual. Bullying, intoleransi, kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga kebijakan yang mengandung unsur kekerasan juga menjadi perhatian dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Karena itu, UNM berkomitmen memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

“Ini penting sekali karena kita adalah lembaga pendidikan yang seharusnya memperkembangkan nilai-nilai kebaikan, bersemai nilai-nilai kebaikan untuk mendidik anak kita dalam koridor yang bebas dari segala kekerasan,” kata Farida.

Menurut dia, aspek keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan orang tua dan masyarakat yang menitipkan anaknya untuk menempuh pendidikan di UNM.

Farida menegaskan, UNM ingin memastikan mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dalam suasana yang aman, nyaman, damai, adil, dan inklusif.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga