Dari Rumah ke Pasar Digital, Shopee Bantu IRT Makassar Mandiri Secara Ekonomi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) tidak lagi identik dengan hanya mengurus pekerjaan domestik seperti memasak dan hanya mengurus urusan rumah.
Ibu rumah tangga di tengah perkembangan teknologi digital kini bisa mendapatkan peluang baru untuk membangun usaha sendiri. Dari rumah, IRT kini bisa menghasilkan pendapatan, sekaligus tetap menjalankan perannya dalam keluarga.
Salah satunya adalah Wahyuni, ibu rumah tangga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang kini menetap di Kota Makassar. Berbekal kemauan belajar dan memanfaatkan platform digital Shopee, ia berhasil mengembangkan usaha daring yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.
Usaha yang dirintis sejak masa pandemi Covid-19 pada 2021 itu diberi nama Wahyuni Store. Awalnya, Wahyuni hanya menjual berbagai kebutuhan ibadah seperti mukena, sejadah, dan tasbih.
Seiring meningkatnya permintaan, ia mulai menambah produk lain, mulai dari perlengkapan sekolah, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan rumah tangga.
“Saya ingin tetap produktif meski sudah menjadi ibu rumah tangga. Berjualan online menjadi pilihan karena saya tetap bisa mendampingi anak dan mengurus keluarga,” ujar ibu anak satu itu.
Sebelum menikah, Wahyuni bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Namun, setelah dikaruniai anak, ia memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga. Keputusan itu tidak membuatnya berhenti berkarya.
Ia melihat perkembangan marketplace sebagai peluang bagi ibu rumah tangga untuk membangun usaha tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan konsisten mengelola toko daring, melayani pelanggan, dan memperbarui produk, usahanya mulai berkembang.
Di Shopee, Wahyuni juga membuka toko lainnya bernama Toko Online Zafran yang sudah termasuk dalam kategori star seller dengan rating 4,9. Bahkan, sudah ada 1,5 ribu pengikut.
Saat ini, Wahyuni tidak lagi hanya memiliki satu toko. Ia telah mengembangkan usahanya menjadi menjadi beberapa toko online yang dikelola bersama sang suami. Di antaranya ada Family Socks dan Toko Online Sejiwa.
Perkembangan usaha tersebut turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarga. Usaha toko online yang ia bangun di Shopee bahkan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sampai 100 persen.
Penghasilan dari bisnisnya itu kemudian membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, menambah tabungan, menyediakan dana darurat, hingga tetap bisa berbagi dengan orang tua.
“Toko online ini membantu ekonomi keluarga. Saya bisa ikut berkontribusi tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu di rumah,” katanya.
Menurutnya, menjalankan UMKM berbasis digital juga menuntut konsistensi. Penjual harus aktif merespons pelanggan dan menjaga kualitas layanan agar mampu bersaing di marketplace.
Pengalaman tersebut membuatnya optimistis bahwa pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peluang besar untuk berkembang di era digital.
Ia berharap semakin banyak perempuan berani memulai usaha dari rumah, meski dalam skala kecil. Baginya, yang terpenting adalah keberanian memulai dan konsisten mengembangkan usaha.
“Jangan takut memulai. Dari rumah pun kita bisa berkarya dan membantu ekonomi keluarga. Pelan-pelan, kalau ditekuni, hasilnya akan terlihat,” ujarnya.
Kisah Wahyuni menunjukkan bahwa digitalisasi telah membuka ruang bagi UMKM untuk tumbuh lebih luas.
Bagi banyak ibu rumah tangga, usaha berbasis online bukan hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi tanpa harus meninggalkan peran utama di dalam keluarga.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News