Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Tingkatkan Bisnis Lewat Pemasaran Digital

Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Tingkatkan Bisnis Lewat Pemasaran Digital

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi.

Program tersebut bertujuan membantu pelaku usaha memperbaiki pengelolaan keuangan dan memperluas pemasaran digital.

Program bertajuk “Penguatan Ekosistem UMKM Industri Rumah Tangga Olahan Pangan melalui Pendampingan Berbasis Teknologi dan Inovasi” itu digelar pada (5/8/2026) di lokasi UMKM MASSIPA’, Jalan H. Mahsun Dg. Nompo, Perumahan Tamangapa Modern Land, Makassar. Kegiatan diikuti tujuh peserta.

Program yang diketuai Rezty Amalia Aras tersebut merupakan hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.

Rezty mengatakan transformasi digital UMKM membutuhkan pendampingan agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Kami ingin teknologi tidak hanya dikenalkan kepada pelaku UMKM, tetapi benar-benar dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, program ini kami lengkapi dengan pendampingan agar pengelolaan keuangan dan pemasaran digital dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Rezty.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi manajemen usaha dari Khaerunnisa Syahnur. Materi berfokus pada pengelolaan keuangan secara digital, termasuk pencatatan transaksi dan pembukuan usaha.

Selanjutnya, Mirandha Ariesca Riana memberikan materi mengenai branding dan pemasaran digital.

Peserta diperkenalkan dengan strategi membangun identitas merek serta memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Perwakilan UMKM MASSIPA’ mengapresiasi pendampingan yang diberikan Kalla Institute. Menurutnya, materi tersebut membantu pelaku usaha memahami pentingnya pencatatan keuangan dan pemasaran digital.

“Pelatihan ini sangat membantu kami karena selama ini pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pencatatan keuangan secara digital dan cara memasarkan produk melalui media sosial,” ungkapnya.

Setelah pelatihan, tim PKM Kalla Institute akan melanjutkan pendampingan secara intensif. Pendampingan difokuskan pada penerapan sistem keuangan digital dan strategi digital marketing.

Melalui program tersebut, UMKM MASSIPA’ diharapkan memiliki pencatatan keuangan yang lebih tertib sekaligus memperluas pemasaran produk keripik pisang melalui platform digital.

Kalla Institute juga berharap kolaborasi perguruan tinggi dan UMKM dapat terus mendorong pertumbuhan usaha lokal berbasis teknologi dan inovasi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga