BI Sulsel Catat Pengguna QRIS di Sulsel Tembus 1,48 Juta

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas di Sulawesi Selatan. Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulsel telah mencapai 1,48 juta, sementara jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai sekitar 1,46 juta.
QRIS kini tidak hanya digunakan oleh pelaku usaha skala besar, tetapi juga semakin mudah ditemukan di pasar, warung kopi, UMKM, pusat perbelanjaan, transportasi hingga destinasi wisata.
Perkembangan itu menjadi bagian dari perjalanan tujuh tahun QRIS sejak pertama kali diluncurkan pada 17 Agustus 2019.
Secara nasional, QRIS per 30 Juni 2026 telah menjangkau sekitar 63,3 juta pengguna dan 46 juta merchant, yang sebagian besar merupakan UMKM. Sejak implementasinya, QRIS telah memfasilitasi sekitar 37 miliar transaksi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) Rezki Ernadi Wimanda mengatakan, pertumbuhan QRIS tidak semata-mata menunjukkan perkembangan teknologi pembayaran. Menurutnya, perkembangan tersebut juga menggambarkan semakin banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital.
“Ketika kita berbicara mengenai tujuh tahun QRIS, yang kita rayakan bukan hanya perjalanan sebuah sistem pembayaran. Yang kita rayakan adalah perjalanan jutaan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia dalam beradaptasi, bertumbuh, dan mengambil bagian dalam transformasi digital,” ujar Rezki.
Menurut Rezki, keberhasilan QRIS pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan QRIS juga ditandai dengan semakin beragamnya fitur yang tersedia. Dalam tujuh tahun perjalanannya, QRIS berkembang dari sistem pembayaran berbasis QR Code menjadi ekosistem dengan berbagai pilihan transaksi.
Perkembangan tersebut digambarkan melalui konsep “Seven Colors, Seven Journey, One QRIS” dalam kegiatan Sultan QRIS Run 2026 yang digelar BI Sulsel bersama OJK Sulselbar, LPS III Makassar dan BMPD Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Tujuh journey tersebut meliputi QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Statis, MPM Dinamis, Customer Presented Mode (CPM), QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), QRIS Transfer, Tarik Tunai dan Setor Tunai (TUNTAS), QRIS Antarnegara atau cross-border, serta QRIS Tanpa Pindai atau QRIS TAP.
Berbagai perkembangan tersebut membuat penggunaan QRIS semakin fleksibel. Bagi merchant, QRIS memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran digital dengan satu standar tanpa harus menyediakan berbagai kode pembayaran.
Sementara bagi masyarakat, kehadiran QRIS memberikan pilihan pembayaran yang semakin praktis. Perluasan penggunaan QRIS juga ikut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang lebih efisien dan inklusif.
Sultan QRIS Run 2026 menjadi salah satu cara BI Sulsel memperkenalkan perkembangan tersebut kepada masyarakat. Mengusung tema “Seven Colors, Seven Journey, One QRIS”, kegiatan ini menghadirkan lari sejauh 10 kilometer dengan tujuh QRIS Station di sepanjang rute.
Setiap station memperkenalkan tahapan perkembangan QRIS, sehingga peserta tidak hanya mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga melihat bagaimana sistem pembayaran tersebut berkembang dari waktu ke waktu.
“Keberhasilan QRIS bukan semata-mata mengenai teknologi. Keberhasilan QRIS terjadi karena teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Rezki.
Memasuki tahun kedelapan implementasinya, BI akan terus mendorong agar QRIS semakin luas digunakan dengan fitur yang semakin beragam. Perluasan akseptasi tersebut juga akan diikuti dengan penguatan keamanan transaksi dan literasi masyarakat.
BI mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga data pribadi, PIN, OTP, serta informasi penting lainnya ketika menggunakan layanan pembayaran digital.
Di Sulawesi Selatan, perluasan penggunaan QRIS diharapkan terus menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat.
Dengan semakin banyak merchant yang terhubung dan pengguna yang bertransaksi secara digital, QRIS menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News