Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen

Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulsel mencapai 766.125, atau tumbuh 79,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana menjadi instrumen dengan pertumbuhan SID tertinggi, mencapai 81,35 persen yoy pada Juni 2026.

Sementara itu, jumlah SID pada instrumen saham tumbuh 44,66 persen, sedangkan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 24,30 persen.

Perkembangan jumlah SID juga terlihat dari data periode sebelumnya. Pada Desember 2024, jumlah SID saham tercatat 322.895, reksa dana 935.664, dan SBN 36.782.

Kemudian pada Juni 2025, jumlah SID saham meningkat menjadi 372.927, reksa dana mencapai 1.005.423, dan SBN sebanyak 39.023.

Pada Desember 2025, SID saham kembali bertambah menjadi 456.435, sementara SID reksa dana mencapai 1.220.324 dan SBN sebanyak 42.378.

Memasuki Mei 2026, jumlah SID saham tercatat 526.494, reksa dana 1.773.069, dan SBN 46.601.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pada Juni 2026, SID saham mencapai 536.779, reksa dana 1.874.894 SID, dan SBN 47.444.

Data tersebut menunjukkan bahwa reksa dana menjadi produk pasar modal dengan jumlah SID terbesar sekaligus pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan tersebut turut memperlihatkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi di luar produk saham.

“Namun, angka SID pada masing-masing produk tersebut tidak dapat dijumlahkan untuk menentukan jumlah investor secara keseluruhan. Sebab, satu investor hanya memiliki satu SID tapi bisa punya berbagai jenis efek di pasar modal. Contohnya, satu SID bisa punya saham, reksa dana, atau SBN,” ujar Muchlasin.

Dengan demikian, angka 766.125 SID merupakan jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026, bukan hasil penjumlahan SID saham, reksa dana, dan SBN.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator semakin berkembangnya ekosistem pasar modal di Sulawesi Selatan. Masyarakat kini semakin memiliki akses terhadap beragam instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana hingga SBN.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga