Pelindo Bawa Semangat Pemberdayaan ke Langowan Lewat Relawan Bakti BUMN

Pelindo Bawa Semangat Pemberdayaan ke Langowan Lewat Relawan Bakti BUMN

SULSELSATU.com, SULAWESI UTARA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membawa sejumlah program pemberdayaan ke Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, melalui Program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX.

Sebagai salah satu penanggung jawab pelaksanaan program, Pelindo mengerahkan relawan untuk menjalankan kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, pertanian, UMKM, kesehatan, hingga sosial masyarakat pada 16–19 Agustus 2026.

Program tersebut dirancang dengan melihat potensi dan kebutuhan masyarakat Langowan yang dikenal sebagai salah satu wilayah agraris di Sulawesi Utara.

Komoditas seperti tomat dan cabai menjadi bagian dari potensi pertanian yang dikembangkan bersama masyarakat, di samping sektor UMKM dan sumber daya manusia.

Sebanyak 10 relawan dari berbagai BUMN terlibat dalam rangkaian kegiatan. Mereka membawa pengalaman dan kompetensi masing-masing untuk dibagikan melalui edukasi, pendampingan, serta kegiatan sosial.

Direktur Office of The Board PT Danantara Asset Management Tony Andrianto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi keterlibatan para relawan di tengah masyarakat.

“Inilah wujud nyata kehadiran BUMN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN dan para relawan yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja bersama, serta menjalankan tugas dan misinya,” ujar Tony Andrianto.

Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata mengatakan, kehadiran langsung insan BUMN penting untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama.

“Relawan Bakti BUMN merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo agar BUMN hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. BUMN diharapkan menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi Indonesia,” ujar Teddy.

Direktur Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting mengatakan, program di Langowan tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan fasilitas yang dapat dikembangkan masyarakat.

“Melalui Relawan Bakti BUMN, kami ingin hadir dan bekerja bersama masyarakat. Karena itu, kegiatan yang dilakukan menyentuh berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga penguatan pertanian dan UMKM sebagai bagian dari potensi ekonomi Langowan,” ujar Hendri.

Di bidang pendidikan, relawan mengajar di SMP 05 Langowan, SD Kecil Raranon, dan SMPN 02 Langowan. Selain mengenalkan berbagai profesi dan memberikan inspirasi kepada siswa, relawan turut melakukan revitalisasi perpustakaan dan fasilitas sekolah.

Program lingkungan dilakukan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Sebanyak 500 pohon mahoni ditanam sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.

Dukungan juga diberikan kepada sektor pertanian. Relawan terlibat bersama petani dalam proses penyemaian, penanaman bibit tomat, panen, hingga penyortiran dan pengemasan hasil pertanian.

Sementara bagi pelaku UMKM, relawan membantu aktivasi dan penguatan branding tenant di Taman Cita Waya. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik dan potensi pengembangan usaha lokal.

Di bidang kesehatan, program mencakup pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi gizi bagi masyarakat. Dukungan juga diberikan kepada balita, ibu hamil, dan lansia di Desa Tumaratas.

Rangkaian RBB Batch IX berlangsung bersamaan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para relawan bersama masyarakat mengikuti upacara kemerdekaan dan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Lapangan Schwarz.

Interaksi dengan masyarakat juga dilakukan melalui pengenalan budaya lokal. Para relawan berkesempatan belajar dan berlatih Tari Kabasaran bersama sanggar setempat.

Hendri berharap berbagai kegiatan tersebut tetap memberikan manfaat setelah rangkaian RBB selesai.

“Harapan kami, setelah para relawan kembali ke tempat tugas masing-masing, apa yang ditinggalkan di Langowan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan. Dari ruang kelas, lahan pertanian, kawasan DAS, hingga ruang usaha masyarakat, semoga apa yang telah kita mulai bersama dapat terus dirawat dan dikembangkan,” pungkas Hendri.

Melalui RBB Batch IX, Pelindo bersama BUMN lainnya tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, tetapi juga membangun ruang kolaborasi dengan masyarakat Langowan.

Program tersebut mencakup penguatan kapasitas, lingkungan, pertanian, UMKM, pendidikan, dan kesehatan yang diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga