Gelar IHT, SMP Negeri 44 Makassar Kembangkan PACCARITA untuk Perkuat Mutu Pembelajaran, Literasi dan Karakter Murid

SULSELSATU.com, MAKASSAR – UPTD SPF SMP Negeri 44 Makassar memperkuat budaya inovasi pembelajaran melalui kegiatan In House Training (IHT) Pengembangan Inovasi Sekolah. Program PACCARITA atau Pandai Bercerita menjadi salah satu inovasi unggulan yang dievaluasi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan karakter murid.
Kegiatan yang digelar di aula SMP Negeri 44 Makassar pada 26 Agustus 2026 itu diikuti kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta fasilitator inovasi dari BRIDA Kota Makassar.
Kepala UPTD SPF SMP Negeri 44 Makassar, Dr. Tenri Dasrawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan IHT menjadi momentum untuk menyatukan visi sekaligus memperbarui pemahaman pendidik mengenai pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran.
“Kita tidak bisa berhenti pada satu cara saja. Dunia terus berubah, kebutuhan murid pun berkembang. Melalui IHT ini, kita saling berbagi ide, menyempurnakan gagasan, dan merancang inovasi yang benar-benar menjawab tantangan di kelas,” ujar Tenri.
Menurut dia, inovasi yang dikembangkan sekolah tidak cukup hanya menghasilkan program baru. Setiap inovasi harus memiliki dampak terhadap kualitas pembelajaran, prestasi, serta pembentukan karakter murid.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah PACCARITA. Program yang telah berjalan lebih dari satu tahun itu dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi, kepercayaan diri, serta nilai-nilai luhur murid melalui kegiatan bercerita dan mendongeng.
Dalam pelaksanaannya, murid tidak hanya menjadi pendengar. Mereka juga didorong untuk tampil bercerita, menyampaikan gagasan, hingga menciptakan karya cerita sendiri.
Tim pelaksana PACCARITA kemudian memaparkan laporan pelaksanaan dan capaian program selama periode berjalan. Evaluasi mencakup perkembangan minat baca, kemampuan berbicara di depan umum, pengayaan kosakata, hingga pemahaman murid terhadap nilai-nilai moral yang terdapat dalam cerita.
Tenri mengatakan hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan untuk menyempurnakan PACCARITA pada periode berikutnya. Evaluasi juga diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan inovasi lain di lingkungan sekolah.
Ia berharap pengembangan inovasi dilakukan secara berkelanjutan sehingga SMP Negeri 44 Makassar tidak hanya menjadi ruang bagi murid untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter dan budaya literasi.
Guru perwakilan SMP Negeri 44 Makassar mengatakan evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan program sekaligus menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menemukan ruang perbaikan. Paccarita adalah milik kita bersama, dan dengan semangat inovasi, kita akan terus menyempurnakannya agar semakin bermanfaat bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Menurut dia, hasil evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan Paccarita agar program tersebut semakin efektif dalam mendukung kemampuan literasi, keberanian berbicara, dan pembentukan karakter murid.
Selain evaluasi PACCARITA, IHT membahas konsep dasar pengembangan inovasi, tahapan penyusunan program, serta penyusunan rencana tindak lanjut.
Melalui rencana tersebut, para guru berkomitmen menerapkan gagasan inovatif dalam pembelajaran dan turut menyempurnakan program yang telah berjalan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News