PLN UIP Sulawesi Adopsi 81 Fragmen Karang untuk Pulihkan Ekosistem Pulau Samalona

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menginisiasi program Adopsi Karang Pulau Samalona dengan menempatkan 10 media transplantasi dan 81 fragmen karang.
Jumlah fragmen tersebut menjadi simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut di Pulau Samalona.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (21/8/2026) tersebut melibatkan GGI Scuba, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN UIP Sulawesi dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pulau Samalona dipilih karena memiliki ekosistem bawah laut yang beragam serta berperan sebagai benteng alami bagi kawasan pesisir.
Namun, tekanan aktivitas manusia, sedimentasi, dan kerusakan fisik menyebabkan sebagian terumbu karang di kawasan tersebut mengalami degradasi.
Proses transplantasi dilakukan dengan menempelkan fragmen karang pada media yang telah disiapkan. Selanjutnya, tim GGI Scuba bersama PLN UIP Sulawesi membawa media tersebut ke dasar laut untuk ditempatkan di area transplantasi.
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, program tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Sebanyak 81 fragmen karang yang kami adopsi kali ini menjadi simbol HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurut Aditya, terumbu karang yang dipulihkan diharapkan dapat menjadi habitat bagi biota laut sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
Perwakilan DLH Kota Makassar Muh. Ikram Nur mengapresiasi inisiatif PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pelestarian ekosistem laut di Pulau Samalona.
“Mewakili Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian PLN UIP Sulawesi yang telah menginisiasi program adopsi karang hari ini,” ujarnya.
Program tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 tentang ekosistem laut melalui pelestarian sumber daya laut dan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui penguatan ekosistem pesisir.
Selain manfaat ekologis, pemulihan terumbu karang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pariwisata berbasis lingkungan serta ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Samalona.
Sebagai bagian dari kegiatan, sertifikat adopsi karang diserahkan kepada PLN UIP Sulawesi dan ditandatangani Fadly Arifuddin selaku Coral Adoption Ambassador dari Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI).
Melalui program tersebut, PLN UIP Sulawesi berharap pemulihan terumbu karang di Pulau Samalona dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem laut, masyarakat pesisir, dan keberlanjutan kawasan wisata.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News