BI Sulsel Tingkatkan Kemampuan Jurnalis Baca Data Ekonomi Lewat Pelatihan Pengolahan Data

BI Sulsel Tingkatkan Kemampuan Jurnalis Baca Data Ekonomi Lewat Pelatihan Pengolahan Data

SULSELSATU.com, BALI – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkatkan kapasitas jurnalis dalam mengolah dan menyajikan informasi ekonomi berbasis data melalui Pelatihan Wartawan Sulawesi Selatan di Hotel Pullman Bali pada 27 dan 28 Agustus 2026.

Pelatihan diikuti jurnalis dari 47 media di Sulsel. Selain memperkuat sinergi antara BI Sulsel dan insan pers, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam memahami data ekonomi, mengolah informasi, serta menerjemahkannya menjadi berita yang mudah dipahami masyarakat.

Deputi Kepala Divisi BI Sulsel Lidyawatie Lamakampali mengatakan, kemampuan mengolah data menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan pemberitaan ekonomi yang akurat dan informatif.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan BI dan perkembangan ekonomi kepada masyarakat.

Karena itu, pemahaman terhadap data ekonomi perlu terus diperkuat agar informasi yang disampaikan tidak hanya aktual, tetapi juga memiliki konteks yang jelas.

“Lewat tulisan dan liputan teman-teman, kebijakan BI serta informasi ekonomi ini bisa sampai ke masyarakat dengan bahasa yang tentunya membumi dan mudah dipahami. Sinergi yang luar biasa ini harus selalu kita rawat dengan baik,” ujar Lidyawatie saat membuka kegiatan, Kamis (27/8/2026).

Ia mengapresiasi partisipasi jurnalis dari berbagai media yang mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kehadiran 47 media menunjukkan hubungan dan kolaborasi yang telah terbangun antara BI Sulsel dengan pers.

“Kegiatan diikuti oleh rekan jurnalis yang berasal dari 47 media di Sulsel. Kehadiran ini tentunya menjadi bukti nyata kuatnya komitmen dan kolaborasi bersama selama ini,” katanya.

Pelatihan wartawan tahun ini menghadirkan materi yang berkaitan dengan pengolahan data ekonomi dan strategi komunikasi publik.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu jurnalis memperkuat kemampuan dalam membaca angka, memahami indikator ekonomi, hingga menentukan konteks yang tepat dalam pemberitaan.

Dari sisi ekonomi makro, BI Sulsel menghadirkan ekonom Sunarsip sebagai narasumber. Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkaya pemahaman jurnalis terhadap perkembangan ekonomi makro sehingga data yang diperoleh dapat diolah menjadi informasi yang lebih tajam dan komprehensif.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena data ekonomi tidak cukup hanya disajikan dalam bentuk angka.

Jurnalis perlu memahami makna di balik angka, membandingkannya dengan periode sebelumnya, melihat faktor yang memengaruhi perubahan, serta menjelaskan dampaknya bagi masyarakat.

Selain pengolahan data, pelatihan juga membahas strategi komunikasi publik. Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery hadir untuk berbagi pengalaman mengenai cara mengemas isu ekonomi dan kebanksentralan agar lebih mudah dipahami pembaca.

“Beliau sangat pas untuk sharing tentang bagaimana strategi komunikasi publik, bagaimana meracik isu-isu kebanksentralan dan ekonomi yang tadinya terasa berat dapat menjadi sajian berita yang renyah, bergizi, dan juga menarik minat baca bagi masyarakat,” jelas Lidyawatie.

Melalui pelatihan tersebut, BI Sulsel berharap jurnalis dapat semakin kritis dalam mengolah informasi ekonomi sekaligus mampu menyajikannya secara akurat, kontekstual, dan mudah dipahami.

Penguatan kapasitas ini juga diharapkan mendukung kualitas pemberitaan ekonomi di Sulawesi Selatan, khususnya dalam menyampaikan perkembangan ekonomi daerah, kebijakan bank sentral, serta berbagai informasi yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Bagi BI Sulsel, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi.

Pers tidak hanya berperan sebagai mitra komunikasi, tetapi juga menjadi penghubung antara informasi ekonomi dan masyarakat melalui pemberitaan yang relevan serta berbasis data.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga