BYD Kian Diminati di Sulsel, Penjualan Tembus 1.150 Unit

BYD Kian Diminati di Sulsel, Penjualan Tembus 1.150 Unit

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penjualan kendaraan BYD di Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan positif sejak merek otomotif asal China tersebut masuk ke pasar Indonesia.

Hingga saat ini, BYD telah menyerahkan sebanyak 1.150 unit kendaraan kepada konsumen di Sulsel.

Head of Training BYD Auto Indonesia Enung Nurhasanah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya respons masyarakat Sulawesi Selatan terhadap kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan BYD.

“Di Sulawesi Selatan, kita sudah menyerahkan 1.150 kendaraan kepada customer, dengan pangsa pasar kurang lebih sekitar 35 persen,” kata Enung dalam kegiatan BYD Tech Culture Festival di Makassar.

Menurut Enung, capaian penjualan di Sulsel menjadi bagian dari pertumbuhan BYD secara nasional. Sejak hadir di Indonesia pada 2024, BYD mengklaim telah mendapat sambutan positif dari konsumen.

Hingga saat ini, BYD mencatat penjualan nasional sebanyak 32.008 kendaraan, dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong BYD untuk memperkuat jaringan penjualan dan layanan purnajual di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan.

Enung mengatakan, BYD saat ini telah memiliki lima showroom yang beroperasi di kawasan Sulawesi. Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan jaringan hingga lebih dari 20 lokasi di Sulawesi.

“Tidak berhenti di sana, ke depannya misi kami adalah menghadirkan lebih banyak showroom BYD dan gerai, yang mencapai lebih dari 20 lokasi di Sulawesi,” ujarnya.

Perluasan jaringan tersebut dilakukan untuk mendekatkan produk dan layanan BYD kepada konsumen. Menurut Enung, semakin luas jaringan yang tersedia, semakin mudah pula masyarakat mengakses kendaraan dan layanan BYD.

“Ini bukan hanya sekadar pembangunan kehadiran, namun juga merupakan respons terhadap semakin besarnya kepercayaan dan berkembangnya konsumen kepada BYD,” katanya.

Enung menilai pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Saat BYD mulai masuk ke Indonesia pada 2024, penetrasi kendaraan listrik disebut masih berada di bawah satu persen.

Kini, penetrasi kendaraan listrik telah meningkat. Meski demikian, sekitar 65 persen pasar kendaraan di Indonesia masih menggunakan kendaraan konvensional.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi BYD untuk terus memperluas pasar kendaraan elektrifikasi dengan menghadirkan beragam pilihan teknologi sesuai kebutuhan konsumen.

“Kita masih punya ruang yang sangat besar di sini. Karena itu, BYD akan terus menghadirkan teknologi dan inovasi untuk mengatasi kebutuhan masyarakat Indonesia,” jelas Enung.

Selain kendaraan listrik murni, BYD juga menawarkan teknologi dual mode untuk konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik.

Teknologi tersebut menjadi salah satu strategi BYD dalam menyediakan pilihan mobilitas yang lebih fleksibel bagi konsumen dengan kebutuhan berbeda.

Melalui BYD Tech Culture Festival di Makassar, perusahaan juga memperkenalkan berbagai teknologi yang menjadi dasar pengembangan kendaraan BYD, mulai dari e-Platform 3.0, teknologi DM hingga Blade Battery.

Enung mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk tidak sekadar melihat kendaraan, tetapi juga mencoba dan merasakan langsung teknologi yang ditawarkan.

“BYD Tech Culture Festival bukan hanya pameran otomotif. Ini adalah tempat masyarakat langsung melihat, mencoba dan merasakan teknologi terbaru dari BYD,” tuturnya.

Dengan pertumbuhan penjualan dan perluasan jaringan dealer, BYD optimistis pasar kendaraan elektrifikasi di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga