Tuntas Lebih Cepat, PLN Tambah 30 MVA untuk Perkuat Listrik Pohuwato Gorontalo

SULSELSATU.com, GORONTALO – PT PLN (Persero) memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, melalui pengoperasian transformator tenaga 150/20 kV berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) Unit 2 di Gardu Induk (GI) 150 kV Marisa.
Infrastruktur tersebut dioperasikan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara pada Senin (31/8/2026).
Pengoperasiannya berhasil dipercepat sekitar sembilan bulan dari target kontrak yang semula ditetapkan pada 20 Mei 2027.
Penambahan transformator tersebut meningkatkan kapasitas sistem kelistrikan di GI Marisa sebesar 30 MVA. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kabupaten Pohuwato yang diproyeksikan mencapai sekitar 8 persen.
Manager Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara Muhammad Arfah Aboe Kasim mengatakan, penambahan transformator menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya pembebanan pada transformator yang sebelumnya beroperasi di GI Marisa.
“Sejak tahun 2011, GI Marisa hanya mengandalkan satu transformator untuk melayani kebutuhan listrik di wilayah Pohuwato dan sekitarnya. Seiring pertumbuhan kebutuhan listrik, pembebanannya terus meningkat hingga mencapai 96,41 persen pada Oktober 2025,” ujar Arfah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian PLN karena kebutuhan listrik diproyeksikan terus meningkat. Dengan tambahan transformator Unit 2, beban sistem di GI Marisa kini dapat dibagi ke dua transformator.
Pembagian beban tersebut memberikan ruang operasi yang lebih baik sekaligus meningkatkan fleksibilitas PLN dalam mengelola sistem kelistrikan. Risiko gangguan akibat tingginya pembebanan pada satu transformator juga dapat ditekan.
“Dengan beban yang tidak lagi bertumpu pada satu transformator, PLN memiliki ruang operasi yang lebih baik dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Hal ini juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sistem untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun pelanggan industri,” jelas Arfah.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, percepatan pengoperasian transformator tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PLN dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Aditya, percepatan dilakukan dengan mendorong seluruh proses pembangunan secara terintegrasi, terutama pada pekerjaan yang berada di jalur kritis.
“Dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem yang semakin mendesak, seluruh proses kami dorong secara terintegrasi dan fokus pada pekerjaan yang berada pada jalur kritis, sehingga transformator dapat segera dioperasikan,” katanya.
Aditya menilai tambahan kapasitas listrik tersebut tidak hanya berkaitan dengan keandalan sistem, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung aktivitas ekonomi di Kabupaten Pohuwato.
“Penguatan sistem kelistrikan di Pohuwato diharapkan dapat mendukung kebutuhan listrik masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan usaha dan industri. Percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memastikan infrastruktur kelistrikan siap mengikuti dinamika dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Dengan beroperasinya transformator Unit 2, PLN memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang lebih baik dalam mengantisipasi pertumbuhan konsumsi listrik di Pohuwato.
PLN juga memastikan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar sistem mampu mengikuti perkembangan kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan pasokan listrik yang andal dan aman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News