SOKSI Diminta Kembali Jadi Mesin Kaderisasi dan Penguat Golkar di Sulsel

SOKSI Diminta Kembali Jadi Mesin Kaderisasi dan Penguat Golkar di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi untuk mengembalikan kekuatan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.

Menurut Misbakhun, konsolidasi menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan SOKSI di seluruh daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SOKSI Sulawesi Selatan di Swiss-Bell Hotel Waterfront Makassar, Minggu (6/9/2026).

Misbakhun mengatakan kondisi politik saat ini menuntut SOKSI melakukan pembenahan sekaligus memperkuat kembali struktur organisasinya.

Ia menyebut Rakerda SOKSI Sulsel menjadi bagian dari langkah tersebut.

“Kami ingin menyampaikan pesan yang sangat kuat kepada seluruh kader SOKSI di daerah-daerah bahwa kita harus melakukan konsolidasi,” kata Misbakhun.

Menurutnya, konsolidasi memang bukan pekerjaan mudah.

Namun, proses tersebut harus dijalankan karena menjadi urat nadi bagi keberlangsungan organisasi.

“Ini adalah pekerjaan yang paling melelahkan, paling capek, dan kemudian paling berat. Tapi ini harus dijalani, harus dilakukan,” ujarnya.

Misbakhun mengingatkan bahwa SOKSI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Golkar.

SOKSI bersama Kosgoro 1957 dan MKGR merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan yang memiliki keterkaitan historis dengan kelahiran dan perkembangan Partai Golkar.

Karena itu, ia menilai penguatan SOKSI akan turut memberikan energi bagi konsolidasi Golkar.

“Golkar ada sejarah ormas yang mendirikan SOKSI, MKGR, Kosgoro 1957. Tentunya ini adalah sebuah mesin tersendiri bagi Partai Golkar,” katanya.

Misbakhun juga menilai SOKSI memiliki ruang strategis untuk menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yang ingin belajar berorganisasi dan memahami persoalan kebangsaan.

Menurutnya, tidak semua orang yang memiliki ketertarikan terhadap politik dapat atau ingin langsung menjadi anggota partai.

Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti SOKSI dapat menjadi ruang untuk menampung aspirasi dan mengembangkan kemampuan berorganisasi.

“Orang yang ingin berorganisasi, mengasah kemampuan untuk berdialektika, ini harus diberikan ruang,” ujarnya.

Ia menyebut ruang tersebut dapat digunakan untuk mendiskusikan persoalan kenegaraan, isu lokal, hingga menyampaikan aspirasi masyarakat.

Misbakhun juga mengingatkan bahwa SOKSI memiliki identitas historis sebagai organisasi yang sejak awal berkaitan dengan kelompok profesi dan tenaga kerja.

Karena itu, penguatan isu ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting yang perlu terus dikembangkan.

Di Sulawesi Selatan, Misbakhun berharap konsolidasi SOKSI dapat kembali diperkuat.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Ketua Depidar SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir yang dinilai memiliki pengalaman politik dan organisasi.

“Di Sulawesi Selatan ini, kami sadar sepenuhnya bahwa kami harus bekerja keras,” katanya.

Misbakhun mengatakan kepengurusan baru harus mampu memberikan warna baru sekaligus membangun kembali soliditas SOKSI.

Ia berharap kebangkitan SOKSI di Sulsel dapat berjalan seiring dengan penguatan konsolidasi Partai Golkar.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin mengatakan SOKSI memiliki sejarah penting dalam perjalanan Golkar di Sulawesi Selatan.

Ia mengaku pernah merasakan langsung peran SOKSI dan Kosgoro sebagai kekuatan massa Golkar pada masa lalu.

“Kalau ada kegiatan Golkar kemudian kita butuh massa, ujungnya adalah minta SOKSI sama Kosgoro,” kata Ilham.

Namun, Ilham mengakui kondisi SOKSI saat ini masih menghadapi tantangan.

Ia menyebut keberadaan SOKSI di sejumlah kabupaten/kota perlu diperkuat kembali melalui konsolidasi dan kaderisasi.

Karena itu, Ilham berharap SOKSI dan Golkar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“SOKSI harus bisa bergandengan tangan dengan Golkar, tidak lagi harus saling membesarkan dan mengecilkan, tetapi harus bergandengan tangan,” tegasnya.

Ilham juga mendorong SOKSI menjadi salah satu sumber rekrutmen kader Golkar.

Menurutnya, pola kaderisasi tidak harus selalu dilakukan melalui pendekatan struktural partai.

Ormas dapat menjadi ruang awal bagi masyarakat untuk belajar berorganisasi sebelum kemudian mengambil peran lebih jauh di dunia politik.

Ia berharap semangat tersebut dapat mengembalikan kekuatan SOKSI seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

“Saya ingin mengembalikan kekuatan SOKSI seperti masa lalu, karena saya pernah merasakan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Depidar SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir mengatakan Rakerda menjadi momentum untuk menyusun program organisasi sekaligus menyelaraskannya dengan agenda Partai Golkar.

Menurutnya, pelaksanaan Rakerda setelah Musda Partai Golkar Sulsel bukan tanpa alasan.

“Kami ingin mensinkronkan program-program kerja dengan Partai Golkar,” kata Andi Patarai.

Ia menegaskan SOKSI siap mendukung program Partai Golkar ke depan.

Salah satu program utama yang akan diperkuat adalah P2KB sebagai bagian dari upaya merekrut dan membina kader SOKSI.

Andi Patarai mengatakan hasil Rakerda diharapkan melahirkan program yang konkret dan terukur.

Program tersebut nantinya menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap konsolidasi besar Partai Golkar.

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina serta sejumlah pengurus Depinas SOKSI.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga