Minat Investasi Emas Meningkat, Pegadaian Sulselbarra Maluku Catat 1,05 Ton Saldo Tabungan

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja bisnis PT Pegadaian kantor wilayah (Kanwil) Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) menunjukkan pertumbuhan positif hingga semester I 2026.
Pertumbuhan tercermin dari jumlah nasabah aktif. Hingga semester pertama 2026, jumlah nasabah aktif Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku mencapai 1.654.231 nasabah, meningkat 4,11 persen secara tahunan.
Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku Dedy Suryadi mengatakan, salah satu kinerja yang menjadi perhatian Pegadaian adalah pertumbuhan produk Cicil Emas. Produk tersebut menjadi salah satu andalan perusahaan selain bisnis gadai.
Hingga Juni 2026, outstanding Cicil Emas Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku mencapai Rp1,14 triliun. Nilai tersebut tumbuh 125,67 persen secara yoy.
Dari sisi gramasi, transaksi Cicil Emas hingga Juni 2026 tercatat mencapai 459,2 kilogram emas, atau mendekati setengah ton.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk memiliki emas sebagai salah satu instrumen investasi,” ujar Dedy saat media gathering Pegadaian Sulselbarra Maluku, Senin (7/9/2026).
Selain Cicil Emas, Pegadaian juga mencatat pertumbuhan pada produk Tabungan Emas.
Berbeda dengan Cicil Emas yang dilakukan melalui mekanisme angsuran, Tabungan Emas memungkinkan masyarakat menabung emas secara berkala dengan nominal yang disesuaikan kemampuan
Hingga Juni 2026, saldo Tabungan Emas Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku tercatat mencapai 1,05 ton emas.
“Artinya memang animo masyarakat sangat besar untuk memulai berinvestasi. Kesadaran masyarakat sangat besar untuk mulai investasi emas dan salah satu pintu untuk memulai itu ada di Pegadaian,” katanya.
Pegadaian juga terus mendorong pemanfaatan layanan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses produk dan layanan perusahaan.
Platform digital Pegadaian, Tring! telah digunakan oleh sekitar 570.237 nasabah aktif. Tring! tidak hanya dimanfaatkan untuk transaksi investasi emas, tetapi juga memberikan akses terhadap berbagai produk Pegadaian lainnya tanpa harus datang langsung ke outlet.
Digitalisasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan investasi berbasis emas.
Di luar pencapaian bisnis, Pegadaian juga menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui berbagai program CSR.
Program tersebut mencakup bidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan, infrastruktur dan fasilitas umum, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pegadaian mencatat berbagai kegiatan CSR yang telah dilaksanakan sepanjang 2026, dengan program yang tersebar di sejumlah sektor.
“Pegadaian bukan hanya bergerak untuk mencapai bisnis, tapi yang utamanya adalah memberikan manfaat dan memberikan solusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Karena itu, produk dan layanan Pegadaian sekaligus diarahkan untuk memberikan manfaat dan solusi terhadap berbagai kebutuhan finansial masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News