Warga Antre Berjam-jam di SPBU, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia BBM

Warga Antre Berjam-jam di SPBU, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia BBM

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut mendapat perhatian Polda Sulsel yang kini mengusut dugaan adanya praktik mafia BBM.

Pantauan Sulselsatu, Rabu (9/9/2026) pukul 12.26 Wita, antrean panjang terjadi di SPBU yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Antrean tersebut didominasi truk hingga sepeda motor yang mengular.

Antrean truk bahkan mengular hingga ke badan jalan. Sementara sepeda motor juga terlihat mengantre cukup panjang di area SPBU.

Kondisi serupa terjadi di SPBU yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang. Antrean didominasi truk hingga mengular dan memakan sebagian badan jalan.

Salah satu warga yang mengantre mengaku sudah menunggu cukup lama. Dia mengatakan, sudah dua jam mengantre untuk mendapatkan BBM.

“Sudah dua jam disini antre,” kata Ical kepada Sulselsatu, dilokasi.

Menanggapi antrean panjang di sejumlah SPBU di Makassar yang menyebabkan kemacetan, Polda Sulsel turut melakukan penyelidikan. Polisi akan menelusuri dugaan adanya praktik mafia BBM di balik antrean tersebut.

“Terkait dengan langkahnya BBM, tentu kita tidak akan diam, dari Krimsus akan tetap melakukan penyelidikan, apakah itu ada mafia atau tidak ada mafia. Nanti akan kita sampaikan kembali,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto kepada awak media, Selasa (8/9/2026).

Didik menuturkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi jika dalam penyelidikan ditemukan adanya penyimpangan atau praktik mafia BBM, khususnya solar.

Dia menegaskan, setiap temuan yang mengandung unsur pidana akan ditindaklanjuti secara hukum.

“Kalau memang itu ada penyimpangan dan juga ada mafia BBM, terutama solar, pasti akan kita tindak lanjuti secara hukum. Tidak akan kita toleransi kalau hasil penyelidikan ditemukan unsur-unsurnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi juga mendesak Pertamina menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.

Dia meminta Pertamina segera memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG 3 kilogram hingga ke masyarakat.

“Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg ini harus segera ditangani. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga