Anggota DPRD Ruslan Lallo Soroti Kondisi Pasar di Utara Makassar, Minta Sarana dan Prasarana Dibenahi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar H Ruslan Lallo menyoroti pentingnya pembenahan pengelolaan pasar di wilayah utara Kota Makassar, khususnya terkait sarana dan prasarana pasar yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
Hal itu disampaikan Ruslan saat menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan IX bersama Perumda Pasar Makassar Raya di Hotel Karebosi Premier, Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Surya Patara, SP, dan akademisi Alamjah, ST, SE, MM sebagai narasumber.
Ruslan mengatakan, pengawasan tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan langsung program dan arah pengelolaan Perumda Pasar Makassar Raya, terutama terhadap pasar-pasar yang berada di wilayah utara kota.
Menurut dia, keberadaan pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana agar masyarakat dapat beraktivitas dalam lingkungan pasar yang sehat, aman dan nyaman.
“Program-program apa yang harus kita lakukan di pasar ini, bagaimana menciptakan pasar menjadi pasar yang sehat, aman,” kata Ruslan dalam kegiatan tersebut.
Dia secara khusus menyinggung kondisi pasar di wilayah utara Makassar, termasuk Pasar Panampu dan Pasar Cidu. Kedua pasar tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian dalam aspek pengelolaan maupun fasilitas pendukung.
Ruslan menilai persoalan sarana dan prasarana menjadi salah satu hal yang penting dibahas bersama Perumda Pasar. Termasuk kondisi aset pasar serta kawasan yang selama ini digunakan sebagai tempat penampungan aktivitas pedagang.
“Kita lihat pasar ini boleh dikatakan pasar penampung. Sangat-sangat memperhatikan, mulai dari asetnya, apalagi sarananya,” ujarnya.
Politikus Fraksi NasDem itu juga meminta Perumda Pasar menjelaskan program pengelolaan pasar di kawasan utara kota, termasuk konsep pasar penampungan dan pasar malam yang berkembang di sejumlah kawasan.
Menurutnya, aktivitas perdagangan pada malam hari, termasuk sektor kuliner, memiliki potensi untuk dikembangkan apabila dikelola dengan baik. Namun, pengembangan tersebut tetap harus dibarengi dengan penataan kawasan agar aktivitas ekonomi tidak mengabaikan aspek kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Ruslan berharap forum pengawasan tersebut tidak berhenti pada penyampaian program, tetapi menjadi ruang untuk membahas persoalan konkret yang dihadapi pasar dan masyarakat.
“Program-program apa yang harus kita lakukan di pasar ini, bagaimana menciptakan pasar ini menjadi pasar yang sehat dan aman,” katanya.
Dia menambahkan, DPRD Kota Makassar perlu memastikan program pengelolaan pemerintahan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, masukan dari warga dan penjelasan dari Perumda Pasar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD.
Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya Surya Patara, SP bersama akademisi Alamjah, ST, SE, MM memberikan pemaparan terkait pengelolaan pasar serta program yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas perdagangan di Kota Makassar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News