PLN Inventarisasi Lahan SUTET Wotu–Bungku untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Sulawesi

SULSELSARU.com, MOROWALI UTARA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan melakukan survei identifikasi dan inventarisasi lahan untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Wotu–Bungku di Desa Korompeeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur transmisi yang disiapkan sebagai salah satu backbone sistem kelistrikan 275 kV Sulawesi.
Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan dan penyaluran listrik, khususnya di Sulawesi Tengah, termasuk wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.
Dalam survei tersebut, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melakukan verifikasi dan validasi status kepemilikan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur transmisi.
Kegiatan ini melibatkan PLN UPP Sulawesi Selatan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morowali Utara, Dinas Pertanian, serta Pemerintah Desa Korompeeli.
Identifikasi dan inventarisasi dilakukan pada tiga titik tapak tower. Dari jumlah tersebut, satu titik berada di atas aset Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
Hasil survei akan menjadi dasar untuk memastikan kejelasan status lahan sebelum proses kerja sama pemanfaatan lahan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manager PLN UPP Sulawesi Selatan Ronald Paschalis Foudubun mengatakan, pengadaan tanah merupakan salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“PLN memastikan setiap tahapan pengadaan tanah dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Melalui survei identifikasi dan inventarisasi ini, kami bersama pemerintah daerah melakukan verifikasi terhadap status lahan agar proses berikutnya dapat berjalan dengan baik,” ujar Ronald.
Ia menambahkan, pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi.
Jaringan transmisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keandalan penyaluran tenaga listrik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, layanan publik, serta pertumbuhan industri dan ekonomi di Sulawesi Tengah.
“Jalur transmisi ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem kelistrikan Sulawesi. Dengan infrastruktur yang semakin andal, PLN berharap kebutuhan listrik masyarakat dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Morowali dan Morowali Utara, dapat semakin didukung,” tambahnya.
Kepala BPKAD Kabupaten Morowali Utara Delfia Parenta menyampaikan dukungan terhadap proses identifikasi dan inventarisasi lahan yang dilakukan bersama PLN.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting untuk memastikan status aset pemerintah daerah dapat diverifikasi secara tertib dan sesuai ketentuan.
“Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mendukung proses koordinasi dan verifikasi yang dilakukan bersama PLN. Kami berharap tahapan ini dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan, sehingga rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang memberi manfaat bagi masyarakat dapat terus berproses dengan baik,” ujar Delfia.
Proses pengadaan tanah untuk pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku dilakukan dengan mengacu pada tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan tertib administrasi dan memiliki kepastian hukum.
PLN berharap koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa dapat mendukung kelancaran proses pengadaan lahan serta pembangunan infrastruktur transmisi yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News