PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali

PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali

SULSELSATU.com, MOROWALI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bersama masyarakat terkait proses kompensasi lahan untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Pelanggan PT ACN–Bungku di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sosialisasi dan musyawarah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bungku Tengah dan Bungku Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN memberikan informasi mengenai tahapan kompensasi sekaligus proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan kepada masyarakat terdampak.

Sekitar 970 bidang tanah tercatat berada dalam jalur pembangunan SUTT 150 kV Pelanggan PT ACN–Bungku.

Dalam forum tersebut, PLN menjelaskan sejumlah hal kepada pemilik lahan, mulai dari proses kompensasi, mekanisme pembayaran, dokumen yang diperlukan, hingga tahapan pembangunan berikutnya.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Henry Donald Mangatas Silaen mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pembangunan dapat dipahami, khususnya oleh pemilik lahan yang berada di jalur proyek.

“Musyawarah ini bukan hanya mengenai kompensasi, tetapi juga menjadi ruang bagi PLN untuk menjelaskan proses pembangunan kepada masyarakat secara langsung. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai tahapan yang akan dilalui, termasuk hal-hal yang perlu dipersiapkan setelah proses kompensasi,” ujar Donald.

Menurutnya, keterbukaan informasi diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kepastian kepada pemilik lahan selama proses pembangunan berlangsung.

Masyarakat juga dapat menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan langsung mengenai tahapan yang sedang berjalan.

Sosialisasi dan musyawarah telah dilaksanakan sejak 1 September 2026. Dalam pelaksanaannya, PLN berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, tokoh masyarakat, aparat keamanan, Kejaksaan Negeri Morowali, serta pihak terkait lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Morowali.

Kepala Desa Bahoruru Haeruddin Janad mengatakan, komunikasi langsung antara PLN dan masyarakat membantu pemerintah desa menyampaikan informasi yang lebih jelas kepada warga.

“Kami dari pemerintah desa mendukung kegiatan ini. Yang penting masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan memiliki ruang untuk bertanya, sehingga proses ke depan dapat dipahami dan berjalan dengan baik,” ujar Haeruddin.

Rangkaian sosialisasi dan musyawarah ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan SUTT 150 kV Pelanggan PT ACN–Bungku di wilayah Bungku.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem ketenagalistrikan di Kabupaten Morowali serta memperkuat pasokan listrik untuk kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

PLN akan melanjutkan koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan di wilayah terdampak.

Melalui pendekatan terbuka, PLN berharap proses kompensasi lahan dan pembangunan dapat berjalan tertib, lancar, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga