Tim PKM Ilmu Administrasi Negara Dorong Tata Kelola Sampah Berbasis Komunitas di Pulau Samalona

Tim PKM Ilmu Administrasi Negara Dorong Tata Kelola Sampah Berbasis Komunitas di Pulau Samalona

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Administrasi Negara menggelar sosialisasi tata kelola sampah berbasis komunitas di Pulau Samalona, Makassar, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Dr. Novayanti Sopia Rukmana, S.Sos. selaku ketua tim, bersama anggota Darwis, S.E., M.A.P., CACP dan Andi Adhe Amalya, S.Pd., M.A.P.

Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan tidak hanya mengandalkan aksi pembersihan yang bersifat insidental.

Tim PKM mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan di Pulau Samalona. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan kawasan sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Kota Makassar.

Pulau Samalona yang dihuni sekitar 15 kepala keluarga menghadapi persoalan lingkungan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, terutama pada akhir pekan.

Berdasarkan analisis situasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sampah pesisir di Pulau Samalona didominasi plastik sekali pakai sebesar 62 persen. Kemudian sampah organik 18 persen, kaca dan logam 14 persen, serta jenis sampah lainnya sebesar 6 persen.

Akumulasi sampah terbesar ditemukan di sejumlah titik yang menjadi lokasi sandar perahu dan tempat berkumpulnya wisatawan.

Dalam sosialisasi tersebut, tim PKM juga memetakan sejumlah persoalan mendasar dalam pengelolaan sampah di Pulau Samalona. Di antaranya belum adanya pembagian peran kelembagaan yang jelas, belum tersedianya mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala, serta belum terbiasanya masyarakat dan pelaku usaha melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Program tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim PKM menawarkan tiga langkah strategis. Pertama, membangun mekanisme tata kelola dan kelembagaan sampah berbasis komunitas.

Kedua, melaksanakan edukasi lingkungan secara terencana dengan menyasar masyarakat dan wisatawan. Ketiga, menerapkan sistem pemilahan dan pengumpulan sampah secara disiplin, baik dari rumah tangga maupun tempat usaha.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut, tim PKM yang diketuai Dr. Novayanti Sopia Rukmana berharap masyarakat dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan Pulau Samalona, tetapi juga mendorong kawasan tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di destinasi wisata bahari Kota Makassar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga