Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi

Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah menguatnya isu perpindahan partai.

Namun, sejauh ini belum ada kepastian apakah Appi benar-benar akan meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Demokrat.

Sikap terbuka itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis.

Ia mengakui isu mengenai kemungkinan Appi bergabung dengan Demokrat telah berkembang di ruang publik, tetapi partainya memilih tidak mendahului keputusan politik sang wali kota.

“Isu Pak Munafri Arifuddin bergabung dengan Demokrat memang berkembang dan saya kira publik juga sudah mengikuti dinamikanya. Tetapi sebagai Ketua Bappilu, saya tidak ingin mendahului keputusan politik seseorang maupun mekanisme organisasi partai,” ujar Januar, Rabu (23/9/2026).

Menurut Januar, Demokrat tidak menutup pintu bagi tokoh daerah yang ingin bergabung dan memiliki komitmen terhadap pembangunan Sulawesi Selatan. Namun, peluang tersebut tetap harus ditempuh melalui prosedur organisasi.

Bagi Demokrat, seorang tokoh yang berpindah partai harus terlebih dahulu menyelesaikan statusnya di partai lama sebelum mengikuti proses internal partai baru.

“Demokrat adalah partai yang terbuka. Kalau ada tokoh yang ingin bergabung, tentu kita hormati dan kita sambut secara baik. Tetapi semuanya harus ditempuh secara tertib: menyelesaikan terlebih dahulu status dan administrasi di partai sebelumnya, kemudian mengikuti ketentuan organisasi Demokrat,” katanya.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan persiapan Demokrat Sulsel menghadapi Musyawarah Daerah (Musda).

DPD Demokrat Sulsel telah mengusulkan agar Musda digelar pada awal Oktober 2026, meski jadwal resminya masih menunggu keputusan DPP Demokrat. Persiapan teknis seperti pembentukan panitia dan steering committee disebut telah berjalan.

Dalam situasi tersebut, nama Appi ikut mencuat dalam pembicaraan mengenai bursa calon Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Direktur Eksekutif DPD Demokrat Sulsel Muh Danial sebelumnya membenarkan nama Appi telah beredar sebagai salah satu figur yang dikaitkan dengan Musda, tetapi belum dapat memastikan apakah wali kota Makassar itu akan benar-benar maju.

Di sisi lain, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe juga masih disebut memiliki peluang untuk kembali maju. Ni’matullah telah memimpin Demokrat Sulsel selama tiga periode, dengan periode pertama berstatus sebagai pelaksana tugas.

Karena itu, Januar meminta spekulasi mengenai kemungkinan Appi memimpin Demokrat Sulsel tidak ditarik terlalu jauh sebelum proses organisasi berlangsung.

“Soal apakah Pak Munafri akan maju dalam Musda dan kemudian memimpin Demokrat Sulsel, itu wilayah proses organisasi. Jangan sampai sebelum prosesnya berjalan kita sudah membuat kesimpulan,” ujarnya.

Isu ini membuat posisi Appi menjadi perhatian karena dirinya saat ini masih tercatat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar sekaligus Wali Kota Makassar. Sementara itu, kabar mengenai kemungkinan dirinya berpindah partai belum disertai pernyataan resmi dari Appi.

Januar menilai perkembangan politik tersebut sebaiknya tidak menggeser fokus Appi dari tugasnya sebagai kepala daerah. Menurut dia, posisi sebagai Wali Kota Makassar membawa tanggung jawab langsung terhadap pelayanan dan kebutuhan masyarakat.

“Yang menurut saya jauh lebih penting, Pak Munafri saat ini adalah Wali Kota Makassar. Beliau memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan pekerjaan pemerintahan dan memenuhi harapan masyarakat. Dinamika politik jangan sampai mengganggu tugas tersebut,” tuturnya.

Dengan demikian, untuk sementara arah politik Appi masih terbuka. Demokrat menyatakan siap menerima apabila mantan calon wali kota Makassar itu memilih bergabung, sementara mekanisme Musda juga tengah disiapkan.

Tetapi keputusan untuk meninggalkan Golkar, bergabung dengan Demokrat, atau mengambil langkah politik lain masih menunggu sikap resmi Appi.

Januar berharap setiap dinamika politik yang berkembang di Sulsel tetap berjalan melalui mekanisme organisasi dan tidak mengganggu agenda pemerintahan.

“Kalau pada akhirnya ada pilihan politik baru, tentu kita berharap pilihan itu juga membawa energi baru bagi demokrasi Sulsel,” katanya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga