Panen Padi Desa Balla Capai 7,5 Ton per Hektare, Kontribusi Masmindo Turut Diapresiasi

Panen Padi Desa Balla Capai 7,5 Ton per Hektare, Kontribusi Masmindo Turut Diapresiasi

SULSELSATU.com – Petani di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu mencatat hasil panen padi sekitar 7,5 ton per hektare di tengah musim kemarau dan keterbatasan pasokan air. Sekitar 10 hektare lahan yang sempat terdampak kekeringan juga disebut berhasil ditangani hingga tanaman dapat bertahan memasuki masa panen.

Di tengah capaian tersebut, kontribusi PT Masmindo Dwi Area (MDA) dalam mendukung pengembangan masyarakat Desa Balla turut mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu. Dukungan perusahaan yang selama ini telah menyentuh sejumlah sektor diharapkan dapat diperluas ke bidang pertanian.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Hidayat Ilyas mengatakan perhatian MDA terhadap masyarakat Desa Balla menjadi bagian dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Semoga ini kita tetap pertahankan dan kita berikan apresiasi kepada MDA. Selama ini, setelah kita lihat dan mendengarkan langsung, atensinya luar biasa kepada keluarga yang ada di Desa Balla, Kecamatan Bajo secara umum,” kata Hidayat saat menghadiri panen raya, Rabu (30/9/2026).

Sejumlah kontribusi MDA sebelumnya disebut telah dirasakan masyarakat Desa Balla. Kepala Desa Balla, Baso Jima mengatakan dukungan tersebut antara lain menyentuh sektor peternakan, pengembangan UMKM, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui BLK.

“Kalau kemarin-kemarin ini, alhamdulillah sektor peternakan sudah ada bantuan. Kemudian UMKM dengan BLK sudah diturunkan bantuan untuk pelatihan dari MDA,” ujarnya.

Pemerintah desa kini berharap dukungan tersebut dapat diperluas ke sektor pertanian, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pertanian menjadi salah satu sektor yang menopang penghidupan masyarakat Desa Balla.

Harapan serupa disampaikan Dinas Pertanian Luwu. Kolaborasi dengan MDA dan berbagai pihak dinilai dapat diperkuat untuk membantu petani mempertahankan produktivitas, terutama ketika menghadapi musim kemarau dan keterbatasan pasokan air.

Pada panen kali ini, hasil padi di Desa Balla tercatat sekitar 7,5 ton per hektare atau sekitar 60 karung. Capaian tersebut diperoleh setelah petani menghadapi tantangan ketersediaan air selama musim kemarau.

Baso mengatakan pemerintah desa bersama kelompok tani dan sejumlah pihak melakukan pengaturan distribusi air irigasi serta pompanisasi. Upaya tersebut turut dilakukan untuk menangani sekitar 10 hektare lahan yang terdampak kekeringan.

“Alhamdulillah, kami di Desa Balla bekerja sama dengan kelompok tani. Kemudian Babinsa, Ibu Camat dan stakeholder lainnya, BPP, turun berkolaborasi dan bekerja sama menangani pertanian pada saat musim kemarau,” kata Baso.

Persiapan juga mulai dilakukan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Melalui tudang sipulung bersama petani, jadwal tanam telah disepakati dengan target penanaman tidak melewati Desember 2026.

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga