Makassar Leadership Summit 2026 Fokus Bahas AI, Transformasi dan Sustainability

Makassar Leadership Summit 2026 Fokus Bahas AI, Transformasi dan Sustainability

SULSELSATU.com, MAKASSAR  Perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi organisasi, dan sustainability menjadi tiga isu utama dalam Makassar Leadership Summit (MLS) 2026.

MLS 2026 mendorong pemimpin dan organisasi di Indonesia Timur agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja dan bisnis.

Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026 Fauziah Zulfitri mengatakan, Makassar Leadership Summit 2026 adalah penyelenggaraan kedua setalah 2023 lalu. Jika sebelumnya fokus pada resiliensi organisasi setelah pandemi, penyelenggaraan tahun ini memperluas pembahasan pada AI, transformasi, dan sustainability.

“Topik besarnya adalah AI, transformasi, dan sustainability. Harapannya bukan hanya menyiapkan diri menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga mempersiapkan organisasi untuk masa depan,” ujar Ochi sapaan akrabnya.

Menurut Ochi, perkembangan AI membuat organisasi perlu memahami perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Pemimpin juga dituntut melihat berbagai praktik organisasi lain sebagai bahan untuk mengembangkan inovasi dan budaya kerja.

Makassar Leadership Summit juga diarahkan sebagai ruang untuk membangun awareness bagi para peserta. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja dan diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.

Di sisi lain, Wakil Direktur GNIK Sulsel Hasnaeni Asri mengatakan, penguatan kapasitas pemimpin perlu dibangun melalui ekosistem human capital.

Makassar Human Capital Conference menjadi ruang pertemuan praktisi HR, pemimpin bisnis, pelaku industri, dan UMKM untuk bertukar pengalaman.

“Kita ingin membangun ekosistem yang memungkinkan kita bertukar wawasan dengan banyak orang dan menghadirkan beberapa pemimpin dari tingkat nasional,” kata Hasnaeni.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengembangan manusia juga perlu diarahkan pada kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan memahami sustainability.

Ketahanan manusia menjadi aspek lain yang dibutuhkan agar generasi penerus mampu menghadapi perubahan dalam organisasi maupun dunia usaha.

Makassar Human Capital Conference menargetkan sedikitnya 500 peserta dari berbagai sektor. Peserta yang disasar meliputi perbankan, industri nasional, UMKM, retail, hospitality, properti, hingga sektor konstruksi.

Hasnaeni berharap, forum tersebut dapat memperluas jejaring sekaligus mendorong lahirnya pemimpin baru dari Makassar. Pemimpin tersebut diharapkan memiliki kapasitas untuk berkembang dan berkiprah di tingkat nasional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga